Rapat di DPR Mentan Pakai Kalung Eucalyptus, Langsung Banjir Kritik

Rapat di DPR Mentan Pakai Kalung Eucalyptus, Langsung Banjir Kritik
POLITIK | 7 Juli 2020 15:12 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan jajarannya memakai kalung aromaterapi Eucalyptus yang diklaim membunuh virus corona, saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI. Kalung bertali warna hijau itu terlihat mencolok saat rapat dengan Komisi IV DPR RI.

Mentan Syahrul yang menggunakan batik berwarna merah dan tanpa masker terlihat berbeda dalam rapat kali ini gara-gara kalung Eucalyptus yang menggantung di leher. Begitu juga dengan jajaran Kementan di samping Syahrul dan yang duduk di bagian belakang. Semuanya hampir menggunakan kalung tersebut. Bahkan ada yang mengkombinasikan menggunakan kalung serta masker warna hijau.

Tampilan mencolok jajaran Kementan itu mendapat perhatian anggota DPR. Di luar klaim Eucalyptus sebagai antivirus corona yang menuai kontroversi lebih dulu.

Salah satu yang merespons gaya Kementan itu adalah Mindo Sianipar dari Fraksi PDI Perjuangan. Mindo meminta Menteri Syahrul tak pamerkan kalung tersebut karena ditakutkan masyarakat ikut-ikutan memakai kalung yang belum teruji khasiatnya itu.

"Jadi kalau bapak pakai itu sekarang, itu mohon televisi jangan dishot itu. Nanti masyarakat jadi berlomba-lomba memakai itu, karena menterinya pakai itu," ujar Mindo dalam rapat kerja di Gedung DPR, Selasa (7/7).

Mindo meminta Menteri Pertanian tidak memakai kalung tersebut di publik. Bahkan, dia menilai sebaiknya Kementan tidak perlu menyampaikan ke publik mengenai kalung aromaterapi tersebut padahal belum teruji.

"Padahal belum tahu kita ini, jadi jangan dulu lah yang begituan itu. Maaf nih teman-teman dari Balitbangtan harus lebih selektif lah menyampaikan itu," ujarnya.

Mindo mengkritik kalung Eucalyptus tersebut. Dia tidak yakin mampu menjadi produk yang dapat membunuh virus corona.

"Secara teknologi, ndak yakin saya itu pak, teknologi antivirusnya itu. Apa yang ditebarkannya, panjang gelombang berapa, yang bisa merusak sel dari virus itu," ucapnya.

Saat mendapat giliran bicara, Mentan Syahrul langsung merespons hujan kritik terhadap Eucalyptus. Dia bilang, jika Komisi IV DPR meminta untuk hentikan projek tersebut, pihaknya tidak akan melanjutkan penelitiannya.

"Saya ingin sampaikan keputusan dan petunjuk komisi ini, jadi pegangan saya saya lanjutkan kah atau tidak saya berhentikan hasil ini atau tidak kalau bapak support saya jalan terus," ujar Syahrul.

1 dari 1 halaman

Tak Boleh Pakai APBN

Merespons pernyataan itu, Ketua Komisi IV Sudin menyebut setuju tidaknya proyek tersebut dilanjutkan tergantung penggunaan anggaran. Dia meminta lebih baik dihentikan jika proyek Eucalyptus menggunakan APBN.

"Selama tidak pakai APBN yang tidak jelas, silakan. Tetapi kalau pakai uang APBN tidak mau saya setuju," ujar Sudin.

"Setuju," sahut Mentan Syahrul.

"Kalau gagal yang kena siapa? Bapak menteri dan saya," imbuh Sudin.

Sudin menuturkan, silakan saja Kementan melanjutkan proyek Eucalyptus jika bekerjasama dengan pihak swasta. Selama dalam prosesnya juga tidak mengganggu kerja Litbang Kementan. Dia mendesak Litbang Kementan fokus kepada inovasi benih dan bibit terbaik.

"Kalau mau kerja sama sama swasta silakan monggo, yang penting tidak mengganggu kinerja Litbang. Litbang itu udah harus bagaimana produksi bibit dan benih yang baik cari inovasi terbaru. Kalau Eucalyptus enggak semudah itulah," ucapnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Kementan: Kalung Eucalyptus Tidak Diklaim Sebagai Antivirus Corona
Soal Kalung Eucalyptus, DPR Ingatkan Mentan Fokus Urus Pangan
Anggota DPR Minta Kementan Kaji Ulang Temuan Kalung Antivirus Corona
Kementan Tegaskan Kalung Aksesori Kesehatan Ampuh Bunuh Virus Corona
Kementan Produksi Kalung Antivirus Corona di Agustus, Siap Lakukan Uji Klinis
Kementan Pastikan Antivirus Corona Akan Diproduksi Pihak Swasta Berkompeten

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami