Rapat Paripurna Putuskan Revisi UU MD3 Menjadi Inisiatif DPR

POLITIK | 5 September 2019 15:22 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati Revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR dan DPD dan DPRD (UU MD3 untuk direvisi sebagai usul dari DPR. Pasal yang akan direvisi terkait dengan penambahan pimpinan MPR menjadi 10 orang.

Hal itu disetujui dalam rapat paripurna ke-7 masa persidangan 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9).

Berdasarkan pantauan merdeka.com, rapat dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dipimpin Wakil Ketua DPR Dari Fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto. Tak banyak anggota yang hadir dalam rapat itu.

Rapat diawali dengan mendengarkan pandangan fraksi tentang usul revisi tersebut. Namun pandangan itu disampaikan hanya dengan cara tertulis.

Setelah disampaikan secara tertulis, Utut langsung meminta persetujuan fraksi terkait apakah bisa revisi MD3 disahkan untuk dibahas sebagai inisiatif DPR. Hal itu, langsung disetujui para peserta rapat.

"Apakah usulan penyusunan perubahan atas UU Nomor 2 Tahun 2018 tersebut dapat disetujui untuk menjadi RUU usulan DPR?" tanya Utut.

"Setuju," jawab peserta rapat.

Karena sudah disahkan sebagai UU inisiatif DPR maka, RUU tersebut akan segera di bahas lebih lanjut oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR. (mdk/ray)

Baca juga:
Anggota Baleg Sebut NasDem Minta Revisi UU MD3 Dilakukan Tahun Depan
NasDem Heran Bamus DPR Belum Bahas Revisi UU MD3, Tapi Draf Sudah Disusun
Golkar Tolak Revisi UU MD3 Tambah Pimpinan MPR, Khawatir Merembet ke Pasal Lain
DPR Diam-diam Revisi UU MD3, Ternyata Diusulkan PPP
Baleg DPR Klaim Penyusunan Draf Revisi UU MD3 Soal Pimpinan MPR Perintah MKD

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.