Rekor Zulkifli Hasan dan Amien Rais yang Mulai Tersingkir

Rekor Zulkifli Hasan dan Amien Rais yang Mulai Tersingkir
POLITIK | 12 Februari 2020 11:50 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Zulkifli Hasan memecahkan rekor baru di PAN. Dia terpilih untuk kedua kalinya sebagai ketua umum PAN dari hasil Kongres V yang digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2) malam.

Bukan cuma itu, Zulhas, panggilan akrabnya, mampu mematahkan pengaruh Amien Rais, sang pendiri partai yang selalu menang setiap mendukung calon ketua umum di kongres. Pada kongres V ini, jagoan Amien, Mulfachri Harahap kalah.

"Ini tantangan bagi Zulhas nanti ke depan. Memang mau tidak mau, PAN sama dengan Amien Rais itu sejarahnya seperti itu. Dibentuk oleh dia, dia yang membesarkan sejak awal. Secara historis sangat dekat dengan PAN," jelas Guru Besar UI Professor Maswadi Rauf saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (12/2).

"Nah ini kemudian ada koalisi-koalisi yang membuat Amien Rais secara pribadi itu terpojok dalam kongres itu. Nah sehingga akhirnya bisa dimenangkan oleh Zulkifli Hasan," tambah dia.

1 dari 3 halaman

Menilik ke belakang, pada Kongres II tahun 2005, Amien mendukung Sutrisno Bachir yang bertarung melawan Fuad Bawazier. Saat itu, Sutrisno menang. Lima tahun berikutnya, Amien jagokan Hatta Rajasa pada kongres III 2010, di situ Sutrisno tumbang.

Selanjutnya di Kongres IV tahun 2015, Amien mendukung Zulkifli Hasan, Hatta pun tumbang. Amien ingin membudayakan jabatan ketua umum PAN cukup satu periode saja.

"Ini memang ada dua kejadian penting di sini. Pertama Amien Rais pertama kalinya tersingkirkan, bahkan ketua Majelis Pertimbangan sudah ditunjuk oleh Zulhas. Tentu akhirnya Amien harus dicarikan tempat atau bentuk badan baru supaya Amien tetap bisa dihormati," saran Maswadi.

Maswadi melihat, Zulhas sudah mengambil langkah untuk mengalahkan pengaruh Amien di kongres sejak lama. Terlebih, dia calon ketum petahana yang memegang kendali penuh terhadap DPD-DPD PAN di daerah, pemilik suara di kongres.

Sehingga, bukan tidak mungkin, Zulhas membangun kekuatan untuk memenangkan pertarungan di kongres V. Terbukti, langkahnya melawan dominasi Amien Rais di setiap kongres PAN mampu dipatahkan.

Ditambah lagi, kecenderungan Zulhas yang tampak lebih dekat dengan kekuasan yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berbeda dengan Amien Rais yang sejak awal memposisikan diri berada berseberangan dengan Jokowi.

2 dari 3 halaman

Soal kemana arah PAN usai Zulhas kembali terpilih, Maswadi merasa, hal itu perlu dibicarakan lagi dengan para petinggi PAN. Meskipun, dia melihat, Zulhas lebih dekat dengan kekuasaan.

"Kalau melihat kecenderungan Zulhas memang ke arah Jokowi, nanti kita lihat kan harus membaca peta perkembangan politik, peta keinginan elite politik PAN itu sendiri," kata Maswadi lagi.

Kendati demikian, Maswadi menekankan, Zulhas harus kembali mempersatukan PAN yang sempat pecah. Apalagi, dia mengingatkan, Zulhas menjadi ketua umum ada jasa Amien Rais pada Kongres IV yang lalu.

Maswadi tak ingin tradisi pecah usai kongres parpol selalu terjadi. Sebab, hal tersebut tidak baik untuk perkembangan demokrasi di Indonesia.

"Padahal persaingan itu adalah kompetisi, kompetisi itu bukan permusuhan. Tapi selama ini kita anggap kompetisi itu permusuhan," kata dia menyesali permusuhan yang selama ini terjadi akibat perbedaan pilihan politik.

3 dari 3 halaman

Maswadi pun menyarankan PAN sebaiknya berada di garis oposisi usai memilih Zulhas kembali menjadi ketua umum. Dengan demikian, demokrasi di RI tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Dia malah khawatir, apabila semua parpol mendukung Jokowi. Hal itu sebagai tanda matinya demokrasi di Indonesia.

"Dulu yang menyelamatkan demokrasi kita ada Megawati karena tidak punya hubungan baik dengan SBY. Itu menyelamatkan demokrasi kita, sehingga ada oposisi. Tapi kalau semua berada dalam satu kubu, habis demokrasi kita," kata Maswadi.

Dia mengingatkan, oposisi bukan melulu harus menolak apa yang dilakukan oleh pemerintah. Tapi dianggap lebih mudah mengatakan tidak daripada parpol yang berada di koalisi pemerintahan.

Selain itu, nilai jual PAN, juga dianggap lebih mahal. Ketimbang harus bergabung dengan pemerintah.

"Jadi oposisi pun nilainya mahal betul, kalau bergabung koalisi pemerintah itu murahan, anak kecil pun bisa, mau, itu nilainya tidak mahal," tutup dia. (mdk/rnd)

Baca juga:
Tingkah Kocak Netizen Edit Video Viral Lempar Kursi Kongres PAN Jadi Super Lucu
Menggusur Amien Rais dari PAN
Zulhas Kembali Jadi Ketum, Bara Hasibuan Sebut PAN Lepas dari Dominasi Amien Rais
Zulkifli Hasan dan Hatta Rajasa Kini Bersatu Melawan Amien Rais
Zulkifli Hasan: Mulfachri Harahap Orangnya Keras Tapi Hatinya Baik

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami