Hot Issue

Rentetan Aksi Kudeta Menggulingkan AHY

Rentetan Aksi Kudeta Menggulingkan AHY
pidato politik AHY. ©Liputan6.com/Angga Yuniar
POLITIK | 2 Februari 2021 07:02 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Partai Demokrat sedang dirundung masalah. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan ada gerakan perebutan paksa Partai Demokrat dilakukan 5 orang. Mereka kader partai, mantan kader dan pihak di lingkaran Istana.

Upaya mengkudeta AHY dari kursi ketua umum dari berbagai cara. Pelaku ini melakukan komunikasi melalui telepon hingga pertemuan langsung.

Tujuan mengambil alih ketua umum Partai Demokrat, kata AHY, akan digunakan pelaku untuk kendaraan politik Capres 2024.

Modus yang dipilih para pelaku merebut kekuasaan AHY di Demokrat lewat jalur Kongres luar biasa atau KLB. Untuk memenuhi syarat KLB, pelaku gerakan menargetkan 360 orang para pemegang suara yang harus diajak. Kader dipengaruhi dengan imbalan uang dalam jumlah besar.

"Dalam komunikasi mereka, pengambil alihan posisi Ketua Umum Partai Demokrat akan dijadikan kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon Presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," ungkap AHY.

Tak lama AHY memberikan keterangan, pengurus Demokrat membocorkan keterlibatan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam upaya menggulingkan AHY. Temuan ini membikin elite Demokrat panas.

Ramai-ramai mereka membuka siasat Moeldoko mengobok-obok internal partai. Politikus Demokrat Andi Arief, Moeldoko mencatut Presiden Joko Widodo.

"Kenapa AHY berkirim surat ke Pak Jokowi, karena saat mempersiapkan pengambilalihan menyatakan dapat restu Pak Jokowi," kata Andi.

Moeldoko mengakui beberapa pihak dari partai Demokrat sempat bertemu dirinya. Dia mengklaim pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan keluh kesah dari partai yang kini dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pertemuan disebut-sebut terjadi di Hotel Aston pada 27 Januari 2021 lalu. Sejumlah kader Demokrat hadir dalam pertemuan tersebut.

"Ya yasudah dengerin saja, saya sih sebenarnya prihatin dengan situasi itu dan saya bagian yang mencintai Demokrat dan muncul isu," kata Moeldoko.

Dia pun mengakui tidak hanya pihak dari partai Demokrat yang ditemui. Seluruh pihak pun ditemui oleh dirinya.

Mulai dari keluh kesah hingga berswafoto. Dia juga tidak keberatan terkait namanya dibicarakan menjadi salah satu gerakan untuk menduduki Partai Demokrat.

Baca Selanjutnya: Subur Sembiring dan Rencana KLB...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami