Saat Agus-Sylvi serang Anies soal sikap tak konsisten

Saat Agus-Sylvi serang Anies soal sikap tak konsisten
POLITIK | 11 Februari 2017 09:03 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Pernyataan saling serang dilontarkan silih berganti dalam debat cagub cawagub DKI ketiga atau debat terakhir. Masing-masing pasangan calon (paslon) mengungkit permasalahan lalu demi mendapat simpatik dari warga Jakarta.

Seperti sindiran yang diarahkan pasangan nomor urut satu Agus-Sylvi ke cagub nomor urut tiga Anies Rasyid Baswedan. Agus menyentil sikap tak konsisten Anies yang semasa Pilpres 2014 lalu berseberangan dengan Prabowo Subianto. Namun, kini Anies justru menerima pinangan Partai Gerindra dalam Pilgub DKI.

"Pak Anies, kalau kita bicara penanganan kependudukan dan kualitas hidup warga jakarta, rasanya kita perlu konsisten terhadap tindakan agar ini tidak membuat masalah baru. Bagaimana Pak Anies kalau jadi gubernur menyikapi masalah karakter inkonsistensi dalam bersikap," kata Sylvi dalam sesi tanya jawab di Debat Pilgub DKI di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/2).

Anies menjawab bahwa menurutnya konsistensi bisa dibentuk melalui perencanaan yang baik, melibatkan semua stakeholder dan dalam pelaksanaannya harus transparan.

"Era sekarang bukan lagi good government, tapi open government. Ini kami lakukan ketika saya memimpin Kemendikbud. Maka kita menyusun rencana. Kita undang stakeholder, yang pertama sosialisasi, kedua konsultasi, lebih baik warga diminta pendapat, ketika partisipasi dan keempat kolaborasi," terangnya.

Agus lantas mempertajam pertanyaan calon wakilnya. Dia kembali bertanya soal konsistensi Anies Baswedan. "Terkait konsistensi dalam prinsip dan sikap. Kita menyoroti bahwa telah dilewati Pak Anies selama ini, dan kita ingin menyakinkan jika memang harus memimpin Jakarta."

"Kepemimpinan membutuhkan sikap dan integritas, konsistensi jadi pilar. Seberapa Pak Anies bisa dilakukan untuk DKI Jakarta?" tanya Agus.

Sandiaga yang mendapat kesempatan menjawab menegaskan bahwa maksud pertanyaan Agus adalah perjalanan karir Anies yang dahulu berseberangan dengan Prabowo Subianto, dan kini menjadi cagub yang diusung Partai Gerindra.

"Oke saya yang paling bertanggung jawab. saya yang berjalan selama satu tahun menyapa warga Jakarta, dan warga menyampaikan gamblang. Yang pertama masalah akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau," terang Sandiaga.

"Saya tahu masalahnya Pak Anies bergabung ke Pak Prabowo," lanjutnya.

Menurutnya, Sandiaga yang datang menemui Anies di ujung pendaftaran Pilgub DKI. Keputusan tersebut dianggapnya sebagai panggilan. Terkait hubungan Anies dengan Prabowo, Sandiaga lantas berbicara untuk menyelesaikan hubungan keduanya.

"Saya bicara dan akhirnya berdamai dengan masa lalu. Kita ingin inovatif untuk warga Jakarta. Warga Gerindra legowo. Saya yakin Mas Anies dan Mas Sandi siap memimpin Jakarta tanpa beban politik," kata Sandiaga berusaha menyakinkan. (mdk/ang)

Baca juga:

Agus-Sylvi serang Anies soal inkonsistensi & hubungan dengan Prabowo

Pedasnya saling serang Ahok-Sylvi di debat terakhir

Agus: Ahok lugas tapi beringas dan Anies pandai berkata dengan teori

Apa pandangan positif Ahok-Djarot ke Agus-Sylvi dan Anies-Sandi?

Djarot ingatkan Anies-Sandiaga jangan obral janji kepada warga

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami