Safari Politik Prabowo Berbuah Kursi Menteri dari Jokowi

POLITIK | 21 Oktober 2019 18:08 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Kerasnya gesekan di Pemilihan Presiden 2019 lalu sudah saatnya dilupakan. Dua tokoh berseberang kini akhirnya bersatu. Prabowo Subianto secara terbuka mengakui ditawari jabatan menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan," kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).

Ketua Umum Partai Gerindra itu memenuhi undangan Jokowi ke Istana Kepresidenan Jakarta. Mantan Danjen Kopassus itu datang didampingi wakilnya di partai Edhy Prabowo. Keduanya dikabarkan akan masuk jajaran kabinet.

Seperti diketahui, Prabowo dan Jokowi tercatat dua kali melakukan pertemuan khusus setelah perhelatan Pilpres selesai. Selanjutnya, Prabowo juga melakukan safari politik menemui ketua umum partai koalisi Jokowi.

1 dari 7 halaman

Bertemu Jokowi di MRT Pada 13 Juli

Prabowo dan Jokowi yang berstatus presiden terpilih bertemu di Stasiun MRT, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Pertemuan itu dirancang pasca-keputusan MK yang menolak seluruh gugatan Prabowo.

Prabowo dan Jokowi berbincang di atas MRT dari Stasiun Lebak Bulus sampai FX Soedirman. Kedua tokoh nasional itu sempat ngopi bareng di Sate Khas Senayan FX Soedirman, Jakarta.

Hadir dalam pertemuan, Kepala BIN Budi Gunawan, Seskab Pramono Anung, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, dan Waketum Gerindra Edhy Prabowo.

2 dari 7 halaman

Prabowo Sowan ke Mega Pada 24 Juli

Pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berlangsung hangat. Mega membuatkan masakan spesial kesukaan Prabowo.

"Bu Mega penuhi janjinya memasak nasi goreng untuk kami. Luar biasa nasi gorengnya, saya sampai nambah. Padahal beliau sudah ingatkan saya suruh diet," kata Prabowo usai pertemuan di kediaman Mega Jalan Tengku Umar, Menteng, Rabu (24/7).

Menurut Prabowo, silaturahmi ini untuk menyambung kekeluargaan. "Saya sangat terima kasih, ini kehormatan. Ini sangat lama kedatangan saya sebagai sesuatu kekeluargaan. Saya dari dulu dekat dengan Ibu Mega dan keluarganya," tuturnya.

Di awal pertemuan Prabowo disajikan makanan pembuka, yakni bakwan, khusus dibuat langsung oleh Mega. Tak cuma bakwan, sambil berbincang empat mata, Megawati dan Prabowo juga ditemani minuman es kelapa.

3 dari 7 halaman

Prabowo Temui Jokowi di Istana Pada 11 Oktober

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Negara. Banyak hal yang dibahas keduanya, termasuk arah politik ke depan.

"Kami Gerindra mengutamakan kepentingan lebih besar untuk negara. Kita bertarung secara politik, selesai kita harus bersatu. Apabila diperlukan (dalam kabinet) kami siap. Itu sudah disampaikan juga saat pertemuan di MRT. Kalau diperlukan (dalam kabinet) kami tentu siap," kata Prabowo didampingi Jokowi usai pertemuan di Istana Negara, Jumat (11/10).

Namun, kata Prabowo, jika Gerindra tidak masuk kabinet, mereka akan tetap loyal sebagai cek and balance atau penyeimbang. "Karena di Indonesia enggak ada istilah oposisi ya, semua merah putih," tuturnya.

Prabowo melanjutkan, hubungan dirinya dengan Jokowi tetaplah baik. Bahkan Prabowo berkelakar kalau kian mesra. "Saya kira demikian ya," ujarnya.

4 dari 7 halaman

Bertemu Surya Paloh Pada 13 Oktober

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Prabowo mendatangi kediaman Surya Paloh di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Anggota Dewan Pakar NasDem, Taufiqulhadi mengatakan, pertemuan tersebut merupakan silahturahmi.

5 dari 7 halaman

Bertemu Cak Imin Pada 14 Oktober

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Prabowo bersama elite Gerindra menyambangi kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (14/10).

Prabowo dan Cak Imin bertemu kurang lebih dua jam. Cak Imin menjamu Prabowo dengan makan malam nasi kebuli. Prabowo bilang pertemuan semacam ini penting untuk menjalin komunikasi politik. Pertarungan politik dan kompetisi perlu tetapi harus tetap mencari persamaan.

"Kita harus cari titik-titik persamaan. Dan negara seperti kita memerlukan penggabungan semua kekuatan untuk bekerja demi rakyat. Jadi kita harus menghindari perpecahan," kata Prabowo usai pertemuan.

6 dari 7 halaman

Bertemu Airlangga Pada 15 Oktober

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyambangi Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Selasa (15/10). Prabowo datang untuk bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Pantauan merdeka.com, Prabowo hadir sekitar pukul 15.50 WIB. Prabowo datang dengan menggunakan baju putih. Sedangkan Airlangga tampak mengenakan batik bernuansa kuning.

Prabowo datang didampingi dengan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Sugiono. Airlangga ditemani oleh Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus, Politikus Golkar sekaligus Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita dan Sekretaris Fraksi Adies Kadir.

7 dari 7 halaman

Prabowo Mengaku Diminta Jokowi Bantu di Bidang Pertahanan

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan bersedia diminta membantu Presiden Joko Widodo di kabinet 5 tahun mendatang. Dia mengaku diminta Jokowi membantu di bidang pertahanan.

"Saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan," kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).

Dalam pertemuan dengan Jokowi, Prabowo mengaku diberi pengarahan oleh Jokowi terkait tugas-tugas menteri. Dia berjanji akan bekerja sesuai target dan harapan dari Jokowi.

"Tadi beliau pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," terangnya. (mdk/did)

Baca juga:
VIDEO: Prabowo di Kursi Menteri Pertahanan
Prabowo soal Menteri dari Gerindra: Yang Dipanggil Dua
Prabowo: Saya Diminta Membantu Jokowi di Bidang Pertahanan
UPDATE: Ini Para Tokoh yang Sudah Dipanggil Jokowi, Prabowo Positif Jadi Menteri
Prabowo dan Edhy Prabowo Kompak Berkemeja Putih Masuk Istana Negara
Masuk Kabinet Jokowi, Aji Mumpung Gerindra Untuk Pemilu 2024?