Saksi Prabowo: Tidak Mungkin Orangtua Kasih Nama Anaknya Ali Semua

POLITIK | 19 Juni 2019 15:24 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Agenda sidang sengketa Pilpres 2019 di MK memasuki pemeriksaan saksi dari pemohon kubu Prabowo-Sandiaga, Rabu (19/6). Saksi, Idham Amiluddin mengungkap sejumlah DPT Pemilu 2019 melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dianggap janggal.

Kuasa hukum pemohon, Nasrullah diberikan kesempatan untuk bertanya kepada hakim Konstitusi Arief Hidayat. Salah satunya tentang varian yang disebut NIK (kode) kecamatan siluman, pemilih ganda dan pemilih di bawah umur.

"Jika ada mohon beri satu, dua, bentuk varian dari hasil saksi pelajari data itu," kata Nasrullah di Sidang MK, Jakarta.

Idham mengaku tidak punya varian khusus kecamatan siluman tersebut. Tapi soal pemilih ganda dan di bawah umur, Idham mengaku punya contohnya.

"Sudah saya tampilkan sesuai nama, tempat lahir dan tanggal lahir, bisa juga orang yang sama. Kita telusuri berdasarkan alamatnya, jika alamat bersesuaian dengan nama, rasanya tidak mungkin. Misal ada orangtua yang tergila-gila anaknya namanya Ali saja semua, kan tidak mungkin," kata Idham.

Bahkan ada satu kasus, kata dia, di dalam DPT pemilu, ada NIK saat dihitung ternyata di bawah umur. Kemudian tiba-tiba diganti hanya tanggal lahirnya saja.

"Sekarang sudah tidak ada, tapi memang tanggal lahir usia 1 tahun, ketika kita trace, memang baru 1 tahun," tambah Idham.

Nasrullah pun bertanya tentang konsekuensi dari temuan saksi. Lalu, Idham mempertanyakan azas pemilu yang jujur dan transparan.

"Secara pribadi, saya merasa ini azas pemilu tidak adil, tidak profesional. Itu yang bisa saya katakan setelah menemukan data ini," tutup Idham.

Nasrullah pun menambahkan, kesaksian Idham ini sesuai dengan bukti yang dimiliki dan telah diajukan kuasa hukum Prabowo-Sandi kepada MK.

"Bukti kami P146A dan P146B," jelas Nasrullah.

Baca juga:
Saksi Kedua BPN Temukan Data di DPT Usia 1 Tahun Bisa Memilih
Debat Panas Terjadi di Persidangan, Hakim MK Ancam Usir Bambang Widjojanto
Bawaslu Ungkap Alasan Tolak Laporan BPN Terkait DPT
Bambang Widjojanto Geram Pihak KPU Ambil Foto Alat Bukti di MK
LPSK Tak Bisa Lindungi Saksi Sengketa Pilpres karena Terbatas Undang-undang
Yusril Sebut Keterangan Saksi Kubu Prabowo Campur Aduk
Agus Muhammad Maksum Bersaksi di Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres 2019

(mdk/rnd)