Sambil menangis, Sekjen PDIP kutuk kampanye hitam serang Azwar Anas

POLITIK » BANYUWANGI | 6 Januari 2018 14:32 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengembalikan mandat penugasan calon Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) ke PDI Perjuangan. Sebelumnya, Anas bakal maju mendampingi calon Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada Pilkada Jatim 2018.

Membahas pengembalian mandat ini, pengurus DPP PDIP menggelar rapat di kediaman Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar 27A, Menteng, Jakarta Pusat. Rapat digelar sejak sekitar pukul 10.00 WIB. Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto tak kuasa menahan tangis menanggapi masalah yang dihadapi Azwar Anas.

Sambil bercucuran air mata, ia mengatakan apa yang menimpa Anas merupakan upaya menghancurkan nama baik Anas di Jawa Timur. Hasto mengatakan perihal pengunduran diri Anas menjadi cawagub telah dilaporkan langsung ke Megawati.

"Beliau setelah salat subuh tadi menyampaikan permohonan maaf kemudian komitmennya untuk tidak mengganggu seluruh proses Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Jawa Timur," jelasnya di kediaman Megawati, Sabtu (6/1).

Setelah menyerahkan mandat pencalonan itu, Anas ingin berkonsentrasi melawan politik hitam yang menyerangnya. Selama ini Azwar Anas dikenal oleh Hasto dan pengurus PDIP sebagai sosok yang berhasil memimpin Banyuwangi. Ia juga menyebut Anas sering mendapat ancaman kriminalisasi karena kebijakannya yang berpihak pada rakyat seperti larangan ritel modern.

"Ketika Pak Azwar Anas didorong oleh rakyat menjadi calon wakil gubernur ada pihak-pihak yang tidak siap berkompetisi secara sehat. Ada pihak-pihak yang menerapkan politik segala cara," ujarnya.

"Kami bisa memahami perasaan dari Bapak Azwar Anas. Kami bisa memahami bahwa perjuangan dari Abdullah Azwar Anas tidak mudah untuk menjadi pemimpin," tambahnya sembari bercucuran air mata.

Hasto juga menegaskan pihaknya mengutuk upaya pembunuhan karakter yang ditujukan terhadap rekannya itu. "Kami mengutuk sekeras-kerasnya terhadap pihak mana pun yang melakukan kampanye hitam dengan mengorbankan aspek etika tersebut. Sehingga benih-benih generasi muda yang punya kepemimpinan sangat baik mencoba untuk dipatahkan di tengah jalan," jelasnya. (mdk/rzk)

Baca juga:
Rektor se-Jatim minta jaga kedamaian Pilgub Jatim
Gus Ipul hargai keputusan Azwar Anas mundur di Pilgub Jatim
Gus Ipul dan Risma apresiasi Anas yang mundur dari Pilgub Jatim
Muncul nama bupati Ponorogo bakal dampingi Gus Ipul di Jawa Timur
Diisukan jadi Cawagub, Ipong ngaku berteman sangat baik dengan Gus Ipul

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.