Sandiaga Harap KPU Objektif saat Pemutaran Video di Debat Capres
POLITIK | 8 Februari 2019 14:29 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menyisipkan film pendek di segmen debat kedua antara capres Jokowi dan Prabowo Subianto pada 17 Februari nanti. Cawapres Sandiaga Uno berharap tayangan video tersebut objektif.

"Mudah-mudahan objektif, tetapi ini ada satu kebaruan menurut kita kita perlu apresiasi. Kita harapkan tentunya akan independen," kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).

Sandi harap adanya pemutaran video tersebut bisa memperkaya diskusi dan membuka pikiran para masyarakat luas.

"Lebih ada visualnya lebih mudah untuk masyarakat melihat konteks daripada masing-masing topik," kata Sandi.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu pun apresiasi tak diberikannya kisi-kisi debat kepada paslon dalam debat kedua. Dia yakin debat jauh lebih menarik dari debat pertama.

"Itu menjadikan debat ini lebih cair lebih mengalir lebih dapat untuk memberikan kebebasan para kandidat mendalami masing masing-masing topik. Saya yakin ini akan lebih baik dari debat pertama," tandasnya.

Sebelumnya, KPU mengubah divat segmen keempat debat capres pada 17 Februari mendatang. KPU akan menyisipkan film pendek sesuai tema debat. Film singkat itu berdurasi 30-60 detik. Nantinya tiap paslon diminta merespon video itu.

"Nanti kita akan putar film tema yang sedang terjadi. Jadi nanti ada infrastruktur, energi, pangan, SDA, lingkungan, kita ambil satu film acak. Masing-masing pihak (capres) dikasih waktu untuk menanggapi, kemudian saling menanggapi respon yang sudah diberikan," ujar ada Ketua KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Rabu (6/2).

Baca juga:
Bakal Hadiri Debat Capres, Sandiaga akan Pijat Prabowo
Survei Populi: Pemilih Loyal Jokowi dan Prabowo Sama-sama Meningkat
KPU Siapkan 5 Film Pendek di Debat Kedua, Ini Mekanisme Penayangannya
KPU Bakal Putar Film Pendek di Debat Capres Kedua
Debat Capres Kedua, Jokowi Akan Fokus Pembangunan SDM
TKN Yakin Debat Kedua Tentang Infrastruktur Untungkan Jokowi

(mdk/eko)