Sandiaga Uno minta hormati gerakan #2019GantiPresiden

POLITIK | 30 Agustus 2018 11:22 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Bakal Cawapres, Sandiaga Uno meminta masyarakat agar menghargai setiap perbedaan pilihan dalam Pilpres 2019 mendatang. Hal ini disampaikan Sandiaga sebagai respon dari banyaknya penolakan gerakan #2019GantiPresiden di berbagai daerah.

Sandiaga mengungkapkan, gerakan #2019GantiPresiden merupakan sebuah ungkapan perasaan dari masyarakat. Meskipun ungkapan itu berbeda dengan gerakan yang mendukung Jokowi untuk dua periode, perbedaan tersebut harus dihargai.

"2019GantiPresiden itu kan salah satu ungkapan perasaan berbeda pilihan. Harus dihormati," ujar Sandiaga di Pasar Beringharjo, Kamis (30/8).

Sandiaga menerangkan, masyarakat harus bisa menghargai perbedaan dalam pilihan politik. Perbedaan pilihan politik disebut Sandi merupakan hal yang wajar di negara yang mengusung demokrasi.

Sandiaga pun menyebut saat ini masyarakat sudah cerdas dalam menentukan pilihan. Sehingga perbedaan tidaklah perlu dikhawatirkan.

"Ganti (presiden) boleh. Mau diterusin boleh. Biar masyarakat yang memilih," urai Sandiaga.

Sandiaga menambahkan, jika baik pendukung pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin maupun Prabowo dengan dirinya merupakan saudara. Sehingga tak perlu sampai gontok-gontokan.

"Kan Pilpres 5 tahun sekali. Berbeda pendapat boleh, tetapi tujuannya sama, untuk kemajuan Indonesia. Jadi jangan dibawa baperan masukin ke hati," tutup Sandiaga.

Baca juga:
Zulkifli Hasan diminta contoh Taufiq Kiemas dan Amien Rais
Din nilai pengadangan aksi #2019GantiPresiden melanggar konstitusi
Serukan ganti presiden depan mahasiswa UMJ, Zulhas dinilai curi start kampanye
Adu argumen sengit Ngabalin versus Rocky Gerung
Soal #2019GantiPresiden, Mendagri bilang kalau dibiarkan terjadi benturan
Jokowi-Prabowo-atlet berpelukan, dapat redam kegaduhan #2019GantiPresiden
Gerindra sebut pemerintah Jokowi belum mampu kelola perbedaan pendapat

(mdk/rnd)