SBY Malu dan Menyesal Pernah Angkat Moeldoko Sebagai Panglima TNI

SBY Malu dan Menyesal Pernah Angkat Moeldoko Sebagai Panglima TNI
Presiden SBY ajak rakyat Indonesia tobat terkait maraknya bencana alam. ©2021 Merdeka.com/Instagram @smart.gram
POLITIK | 5 Maret 2021 21:46 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa menyesal dan meminta maaf pernah memberikan jabatan kepada Moeldoko sebagai Panglima TNI ketika menjadi Presiden RI. Hal itu setelah SBY melihat Kepala Staf Kepresidenan itu kini mengkudeta kepemimpinan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

SBY menilai, Moeldoko melakukan perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji dan jauh dari sikap kesatria. "Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji dan jauh sikap ksatria dan nilai moral," ujar SBY dalam konferensi pers, Jumat (5/3).

Menurut SBY, Moeldoko juga membuat malu kepada perwira dan prajurit yang pernah bertugas di TNI. "Hanya mendatangkan malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI," ucapnya.

SBY merasa malu dan bersalah pernah memberikan jabatan kepada Moeldoko sebagai Panglima TNI ketika menjabat Presiden RI dulu. Ia pun memohon ampun kepada Tuhan.

"Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya. Saya mohon ampun kehadirat Allah SWT tuhan yang maha kuasa atas kesalahan saya itu," pungkasnya.

Baca juga:
SBY: KSP Moeldoko Bersekongkol dengan Orang Dalam Tega Mengkudeta
SBY: Hari Ini Bangsa Indonesia Berkabung Karena Akal Sehat Telah Mati
Dukung AHY, DPD Demokrat Banten Tolak Hasil KLB Deli Serdang
Polda Sumut Soal KLB Demokrat: Kami Tidak Mencampuri Urusan Internal Partai
Ekspresi AHY Tanggapi KLB yang Pilih Moeldoko Jadi Ketum Demokrat

Baca Selanjutnya: Moeldoko Bersedia Jadi Ketum...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami