Sebut SBY dan Prabowo Teman, Menhan Minta Tak Ada Lagi Dendam Pemilu

POLITIK | 9 Juli 2019 16:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menggelar pertemuan dengan Presidium 212 di kantornya, Jakarta, Selasa (9/7). Dia mengaku tak pernah ikut-ikutan urusan politik meski sekarang masuk dalam kabinet Jokowi.

"Kebetulan saya bukan orang politik. Politik itu enggak jahat, baik, karena semua diatur politik. Tapi saya kurang sukanya kalau saya ikut berpolitik, hari ini kawan, besok musuh. Gimana nih? Kalau saya hari ini dan sampai mati harus berkawan," kata Ryamizard di kantornya, Jakarta, Selasa (2/9).

Menhan mengaku berteman dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto yang berseberangan dengan Jokowi saat Pemilu 2019.

"02 itu Prabowo itu angkatan saya. SBY angkatan saya. Itu banyak teman teman saya di 02. Saya bilang enggak apa-apa namanya demokrasi kok. Yang penting enggak dendam-dendaman. Saya di Pak Jokowi betul. Masak saya jadi menteri, ke sana (02). Ya enggak boleh mengkhianat. Tapi teman-teman silakan," ungkap Ryamizard.

Dia meminta tak ada lagi dendam tersisa dari gelaran pemilu. Sebagai bangsa, semuanya harus akur. "Saya ingin kita seperti itu. Jangan sampai kita mati membawa dendam. Buanglah itu. Harapan kita bangsa akur," ucapnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

(mdk/noe)