Sebut Tak Niat Sindir PDIP, Surya Paloh Bilang 'Salah Lagi Kita'

POLITIK | 9 November 2019 14:23 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Umum Nasdem Surya Paloh merasa tidak menyindir PDI Perjuangan terkait pernyataan partai merasa paling pancasilais tapi sinis dan curiga. Paloh bilang, PDIP adalah sahabat.

"Nggak juga, PDIP kan sahabat. Kita bersahabat dengan semuanya. Untuk apa saling menyinggung, salah lagi kita," kata Paloh di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (9/11).

Hal tersebut menanggapi pernyataan politikus PDI Perjuangan Andreas Pareira. Andreas mengatakan, sedianya sindiran Paloh terkait partai pancasilais itu berawal dari sindiran Presiden Jokowi terhadap rangkulan Paloh dengan Presiden PKS.

Andreas mengatakan, Paloh terlalu emosional dan sindiran tersebut tidak bermakna ideologis. Sampai harus menyindir partai yang merasa paling pancasilais.

Disebut terlalu emosional, Paloh menganggap wajar. Apalagi, kata dia, tidak ada yang tidak marah jika Pancasila diusik.

"Enggak lah, kalau pancasila kita anggap emosional ya siapa yang nggak marah bangsa ini. Mana mungkin, Pancasila alat pemersatu ideologi kita," ujarnya.

Paloh menampik jika sindirannya tadi malam menanggapi sindiran Presiden Jokowi. Dia bilang hanya menyinggung masalah kewajaran dan memberikan pencerahan.

"Nggak juga artinya memang masalah kewajaran kita, memberikan pencerahan itu baik," kata dia.

Diberitakan, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh menyindir partai yang merasa paling pancasilais. Tetapi enggan merangkul dan tak mau bersalaman dengan teman sendiri.

Paloh awalnya mengungkit rasa sinis yang menyerang Nasdem lantaran melakukan pertemuan dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Paloh bilang, rasa sinis dan penuh curiga tersebut jauh dari nilai Pancasila.

Tanpa menyebutkan nama partai yang dia sindir, Paloh bilang ada partai yang penuh kecurigaan tetapi mengaku-ngaku sebagai partai paling nasionalis dan pancasilais. Dia menantang partai tersebut bahwa rakyat membutuhkan pembuktian mana partai yang menjalankan nilai Pancasila.

"Semua penuh dengan kecurigaan maka kita makin jauh dari nilai Pancasila. Pancasila sebagai pegangan, way of life tapi ngakunya partai nasionalis pancasilais buktikan saja," ujar Paloh saat memberi pengarahan dalam Kongres II Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (8/11).

"Rakyat membutuhkan pembuktian partai mana yang menjalankan nilai-nilai pancasilais. Kalau partai melakukan sinis, propaganda kosong pasti bukan partai Pancasila itu," tegasnya.

Paloh juga bilang, partai yang akan dikenal sebagai partai pancasilais adalah partai yang merangkul dan mau salaman dengan temannya. Bahkan dia bilang, proklamator bisa menangis jika ada yang mengaku partai pancasilais tak mengamalkannya.

"Kalau Nasdem mau dikenal sebagai partai pancasilais, rendah hati. Rangkul teman, salam teman. Tawarkan pikiran bersama teman. Jangan musuhi teman," ucapnya.

Baca juga:
Surya Paloh: Pikiran Besar Harus Ditawarkan, Bukan yang Introvert
Alasan Surya Paloh Keliling Rangkul Partai Oposisi
Istana Tanggapi Jokowi-Paloh Saling Sindir: Itu Humor Persahabatan
Nasdem: Kami Tak Punya Pengalaman Mengkhianati Partner
PPP soal Surya Paloh: Pak Jokowi Hanya Bertanya Sambil Bergurau, Tak Perlu Reaktif
Pernyataan Surya Paloh Sindir Presiden Jokowi?

(mdk/rhm)