Hot Issue

Sejarah Panas Cak Imin dan Keluarga Gus Dur

Sejarah Panas Cak Imin dan Keluarga Gus Dur
cak imin saat hadiri deklarasi perempuan NU di Jakarta. ©2022 Merdeka.com/bachtiar
NEWS | 26 Juni 2022 08:04 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Bermula dari awal tahun 2008. Ketua Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz PKB memutuskan untuk memberhentikan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai ketua umum. Hubungan antara Cak Imin dan pamannya, KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) memanas.

Cak Imin tidak terima hingga melakukan gugatan ke pengadilan medio April tahun itu. Satu bulan kemudian, Cak Imin dan para pengikutnya menggelar Muktamar Luar Biasa PKB di Ancol pada Mei 2008.

Hakim mengabulkan permohonan gugatan Cak Imin. Dia berhasil menguasai PKB sepenuhnya. Namun, berkali-kali, Cak Imin membantah melawan sang paman.

Dalam Haul Gus Dur ke-5, Desember 2014, dia bercerita, justru ingin menyelamatkan sang kiai dari orang sekililingnya.

Dia sempat meminta mundur dari PKB. Tapi saat itu, surat pengunduran diri itu malah dikembalikan lagi oleh Gus Dur. Bukti tersebut masih dia pegang sampai kini.

Hal ini, lanjut Cak Imin, menjadi bukti bahwa dia tidak pernah dipecat. Berdasarkan fakta ini pula, mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu memproklamirkan diri tidak pernah melawan Gus Dur.

"Saya tak pernah melawan Gus Dur. Saya setia sampai akhir. Jangan kita lawan Gus Dur. Yang kita lawan adalah orang yang mau memanfaatkan kelemahan Gus Dur," kata Cak Imin kala itu.

2 dari 4 halaman

14 Tahun Berlalu

14 Tahun berlalu. Bahkan, ketika Gus Dur telah berpulang. Hubungan keluarga antara Cak Imin dan putri almarhum Gus Dur masih panas. Teranyar, Cak Imin bersitegang dengan putri Gus Dur, Yenny Wahid.

Awalnya Yenny Wahid mengkritik ngototnya PKB untuk mengusung Cak Imin sebagai Capres di Pemilu 2024. Yenny juga menyoroti sikap PBNU yang berseberangan dengan Cak Imin.

Hal ini membuat Cak Imin naik darah. Lewat akun Twitternya, Cak Imin meminta agar Yenny tak lagi ikut campur urusan PKB.

"Yeni itu bukan PKB, bikin partai sendiri saja gagal lolos, beberapa kali pemilu nyerang PKB enggak ngaruh, PKB malah naik terus suaranya," tulis Cak Imin dalam akun Twitternya, Kamis (23/6).

Seperti diketahui, medio 2012 lalu, Yenny Wahid memang sempat membuat parpol dengan nama Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Bahkan, parpol tersebut sempat didaftarkan ke KPU. Namun tidak mampu lolos ikut kontestasi.

Cak Imin meminta agar Yenny tak lagi berkomentar tentang PKB. Dia pun menyarankan agar Yenny lebih baik fokus meloloskan parpol yang dibentuknya sendiri.

"Jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin saja partaimu yang gagal itu. PKB sudah aman nyaman kok,” kata Cak Imin lagi.

Gayung pun bersambut. Yenny tak terima dikritik keras. Dia pun membuka luka lama antara Cak Imin dan Gus Dur dalam perebutan PKB.

"Hahaha inggih Cak. Tapi ndak usah baper to, Cak. Dan memang benar, saya bukan PKB Cak Imin. Saya kan PKB Gus Dur," kata Yenny dalam akun Twitternya, dikutip Kamis (23/6).

Yenny pun membalas kritik Cak Imin yang menyebut partainya tak lolos ikut Pemilu. Menurut Yenny, membuat partai bukan hal mudah.

"Cak Imin juga belum tentu lho bisa bikin partai sendiri. Kan bisanya mengambil partai punya orang lain. Peace, Cak," tambah Yenny.

3 dari 4 halaman

Cak Imin Minta Tak Diperpanjang

Menanggapi perseteruannya di Twitter, Cak Imin menolak membahas lagi hal tersebut. Dia hanya menyebut jika persaingannya dengan Yenny hanyalah persoalan masa lalu.

"Itu masa lalu semua, jangan dibahas. Yang penting ke depan lebih baik," kata Cak Imin saat ditanya wartawan, usai acara deklarasi capres 2024 Perempuan NU, di kawasan Jakarta Utara, Sabtu (25/6).

Menurut dia, kritik itu disampaikan kepada Yenny karena mengkritik PKB yang ngotot mengusung Cak Imin sebagai Capres. Saling sindir sejarah perebutan PKB pun kembali terkuak.

Cak Imin ingin lebih fokus untuk bagaimana memenangkan PKB pada Pemilu 2024 nanti.

"Iya itu masa lalu, ya sudah jangan dibahas. Yang penting rebut hari rakyat, rebut suara sebanyak-banyaknya memenangkan pemilu," ucapnya.

4 dari 4 halaman

PKB: Cak Imin dan Yenny Wahid Saling Sayang

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menegaskan, hubungan antara Cak Imin dan Yenny Wahid baik-baik saja.

Dia mengaku tak tahu penyebab perseteruan antara Cak Imin dan Yenny di Twitter baru-baru ini. Hanya saja dia meyakini, keduanya saling sayang.

"Mereka saling sayang kok," kata Daniel dihubungi terpisah merdeka.com.  (mdk/rnd)

Baca juga:
Diminta Mundur dari Capres 2024, Begini Jawaban Cak Imin
Kelakar Cak Imin, Ibu-Ibu Bakal Jadi Orang Pertama Yang Diundang ke Istana
Cerita Cak Imin Jarang Pulang Demi Menang Mutlak di Jawa Timur
Cak Imin Ungkap Alasan 'Ribut' dengan Yenny Wahid

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini