Sejumlah Pejabat Pemkab Sukoharjo Berebut Rekomendasi PDIP Maju Pilkada 2020

POLITIK | 11 Desember 2019 11:57 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Menjelang masa pensiun, sejumlah pejabat di Pemkab Sukoharjo ikut mendaftarkan diri di Pilkada 2020 melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Mereka akan berebut rekomendasi dari DPP PDIP di Pilkada Sukoharjo dengan istri bupati Etik Suryani, yang dijagokan DPC PDIP setempat bersama Sekda Agus Santosa.

Para pejabat tersebut ikut mengambil formulir di DPD PDIP Jawa Tengah karena tidak diberi kesempatan mendaftar di DPC Sukoharjo. Salah satu pejabat yang terang-terangan ikut mendaftar adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelbangda) Antonius Agus Bambang Haryanto.

Antonius mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati. Selain dengan Agus Santosa, dia juga akan bersaing dengan mantan Sekda Sukoharjo Indra Surya serta pensiunan Plt Kepala Dinas Sosial Sukoharjo, Sarmedi.

"Karena saya sebentar lagi sudah purna tugas makanya ikut daftar jadi calon wakil bupati. Saya merasa masih yang ingin saya baktikan untuk memperbaiki keadaan di Sukoharjo. Intinya saya orang birokrasi saya tahu kondisinya dan mesti bagaimana untuk melakukan perbaikan agar menjadi lebih baik," ujar Bambang, Rabu (11/12).

1 dari 1 halaman

Kepala Bapelbangda Ikut Maju

Dia mengklaim paling paham kondisi di Sukoharjo dengan pengalaman sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama 30 tahun. Antonius bahkan pernah menduduki 8 kepala eselon dua.

Terlebih lagi jabatan terakhir sebagai Kepala Bapelbangda sebagai 'grand design' Sukoharjo menjadi modal penting untuk memimpin Sukoharjo 5 tahun ke depan.

Antonius sengaja memilih partai PDIP sebagai kendaraan politiknya. Dengan alasan ayahnya dulu merupakan tokoh Marhaen PNI yang punya andil besar dalam mengembalikan kedaulatan negara dari pemberontak.

"Istri saya Flaviana adalah kader PDI Perjuangan dan pernah menduduki kursi DPRD Sukoharjo selama dua periode," katanya.

Antonius mengaku mempunyai slogan, Profesional, Universal, Anti KKN dan Nasionalis. Jika dijabarkan tentunya sangat luas sekali. Dirinya ingin mengabdikan diri karena masih ada hal yang harus diluruskan.

"Nanti akan saya jelaskan detailnya kalau sudah mendapat rekomendasi dan mendaftar ke KPU sebagai calon resmi, katanya.

Antonius bersama Indra Surya, Sarmedi, Puguh Suharto sebagai Bacalon Wabup Sukoharjo dan Purwadi serta Hendri Indraguna sebagai bakal calon bupati Sukoharjo mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran di DPD PDI Perjuangan Jateng, Minggu (9/12). Hingga saat ini, ada 3 bakal calon bupati dan 5 bakal calon wakil bupati yang memperebutkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan di Pilkada Sukoharjo. (mdk/ray)

Baca juga:
NasDem Persilakan Koruptor Daftar Calon Kepala Daerah, Tapi Tidak Pasti Diusung
NasDem Belum Lirik Gibran di Pilwalkot Solo
Paguyuban Warga Solo Keberatan Pencalonan Gibran di Pilkada 2020
Pengaruhi Citra Partai, PKS Tak Usung Mantan Napi Korupsi
Gerindra Pastikan Tak Akan Usung Koruptor Jadi Calon Kepala Daerah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.