Sekjen Golkar: Aklamasi atau Tidak di Munas Tergantung Pemilik Suara

POLITIK | 13 November 2019 18:44 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Golkar Lodewijk Freidrich Paulus menanggapi wacana aklamasi dalam pemilihan ketua umum dalam Musyawarah Nasional (Munas) Golkar. Lodewijk menyebut, masih ada polemik apakah akan aklamasi atau tidak.

"Kita lihat perkembangan nanti, ini masih ada beberapa hari, tentunya masih berpolemik apakah aklamasi atau tidak," ujar Lodewijk di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (13/11).

Lodewijk menyebut, aklamasi atau tidak dalam pemilihan ketua umum tergantung kepada pemilik hak suara di Golkar.

"Ya tentu aklamasi atau tidaknya tergantung pemilih hak suara. Kita tahu 514 DPD Kabupaten/Kota dan Provinsi dan 10 organisasi," kata Lodewijk.

1 dari 1 halaman

Dinamika Munas Sangat Cair

Lodewijk menyebut, politik masih cair sehingga belum terlihat bagaimana keinginan dari pemilik suara Golkar.

"Kita masih tunggu, kita masih tunggu. Ini kan politik ini cair banget, kita lihat nanti keputusan seperti apa ya, maunya seperti apa kita lihat," jelasnya.

Dia menyebut tak menutup kemungkinan akan terlihat dalam Rapimnas Golkar. Dalam acara itu selain pengurus pusat, ketua DPD tingkat provinsi diundang. Lodewijk mengatakan bisa terlihat gambaran tak resmi arah dukungan pemilik suara.

"Mungkin gambaran dari rapimnas secara tidak resmi, mungkin akan ada pembicaraan itu tapi saya belum tahu. Tapi intinya kita akan bicarakan itu setelah Munas dibuka dan panitia sudah ada, kita jalankan," jelasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Akbar Tandjung dan Ical akan Beri Arahan di Rapimnas Golkar
Dulu Minta Gelar Pleno Golkar, Bamsoet Kembali Tak Hadiri Rapat
DPD Golkar Babel: Munas Lewat Voting Mengancam Keutuhan Partai
Ketua DPP Golkar: Bamsoet Orang Baik, Tapi Airlangga Lebih Tepat Memimpin
Kubu Airlangga: Kita Siap Voting, Tapi Lebih Pilih Musyawarah Mufakat
Prestasi Airlangga Selama Memimpin Golkar Dipertanyakan