Sekjen NasDem Sebut Calon Menteri Parpol Hanya dari Koalisi

POLITIK | 26 Juli 2019 23:17 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Koalisi Indonesia Kerja, pendukung Presiden Joko Widodo berkumpul di Hotel Oriental Mandarin, Jakarta Pusat, Jumat (26/7) malam. Pertemuan tersebut salah satunya membahas kursi kabinet.

Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate mengatakan, Presiden Jokowi menginginkan kabinet diisi oleh profesional partai dan nonpartai. Profesional partai di sini harus berasal dari Koalisi Indonesia Kerja.

"Kami memahami betul Pak Joko Widodo ingin kabinet yang diisi oleh tokoh-tokoh profesional baik yang berasal dari parpol maupun dari nonparpol, parpol di sini tentu koalisi KIK ya sudah jelas," kata Johnny usai pertemuan.

Pertemuan tersebut dilakukan usai Jokowi membubarkan Tim Kampanye Nasional di Resto Seribu Rasa. Pertemuan di Hotel Mandarin Oriental dihadiri eks Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen Golkar Lodewijk Paulus, Sekjen NasDem Johnny Plate, Sekjen PPP Arsul Sani, Sekjen Hanura Herry Lontung, Sekjen Perindo Ahmad Rofiq, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan, Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding, serta eks Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Bahlil Lahadalia.

Johnny mengatakan, kebutuhan kabinet diisi profesional agar efektif dan efisien. Johnny sebetulnya akan menjelaskan isi pertemuan. Namun dipotong oleh Sekjen PDIP Hasto.

"Ada lah (pembicaraan menteri dalam pertemuan) yang namanya..," kata dia sebelum dipotong Hasto. Kemudian Hasto mengatakan pembahasan dalam pertemuan tentang masalah Komodo di Labuan Bajo, NTT.

"Penggemukan komodo dan memastikan komodo menjadi sehat dan jangan sampai ada komodo kita yang stunting," jelas Johnny. (mdk/eko)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.