Sekjen PAN: Kita Hormati Pandangan Amien Rais

POLITIK | 11 Desember 2019 14:03 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan, pendiri dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tentunya akan dihormati arah politiknya. Dia tak memungkiri pengaruh Amien Rais yang kuat selaku pendiri partai.

"Pak Amien pun mungkin beda dengan teman-teman yang lain, tapi tentu pandangan Pak Amein kita hormati. Beliau pendiri bagaimanapun juga pandangan Pak Amien kita hormati kita dengarkan," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/12).

Namun soal Kongres, dia mengatakan, berdasarkan aturan internal pemilik suara adalah DPW dan DPD. Eddy menyebut, di Kongres itu ada kedaulatan pemilik suara untuk pemilihan ketua umum.

"Kita wajib mendengarkan berdasarkan AD/ART para pemegang hak suara yaitu DPW dan DPD di situlah nanti kita lihat kedaulatan untuk pemilihan ketua umum ada di DPW di DPD," ujarnya.

Eddy menilai para kandidat meminta restu kepada pendiri merupakan hal yang biasa. Termasuk restu dari Amien Rais.

"Banyak yang datang juga tidak hanya ke pak Amien saja. Banyak memang ke pak Amien, tapi ada juga yang datang ke pak Hatta Rajasa, ada minta ke pak Sutrisno Bachir, untuk minta restu dan arahan," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Kader Merasa Diintimidasi Datangi Sekjen PAN

Eddy memastikan tidak ada penekanan oleh DPP kepada DPW dan DPD untuk mendukung petahana Zulkifli Hasan. Eddy mengatakan, yang merasa ada intimidasi untuk datang ke dirinya.

"Saya Sekjen partai di sini, saya mengelola organisasi, kalau memang ada silakan yang bersangkutan yang mengeluhkan itu datang ke saya, kita tindak lanjuti, kita telusuri," tegasnya.

Dia mengatakan, kalau ada yang melakukan intimidasi bakal ditindak. Dia menegaskan, tidak intimidasi dari kubu petahana Zulkifli Hasan.

"Dan siapa memang yang menekan atau mengintimidasi akan segera saya tindak. Jadi saya bisa pastikan tidak ada penekanan, tidak ada intimidasi dari pihak petahana atau pihak manapun juga, tidak ada," ungkapnya.

Eddy juga membantah ada pencopotan ketua DPW atau DPD. Dia mengatakan, kalau ada pencopotan itu karena yang bersangkutan mengundurkan diri, tidak aktif atau melakukan perbuatan tercela. Keputusan itu pun kalau ada dilakukan secara transparan.

"Enggak ada, enggak ada yang kemudian kita ganti apalagi ganti massal dengan alasan yang mengada ada, tidak ada," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Sekjen PAN Pastikan Kongres Tak Digelar di Daerah Asal Kandidat Caketum
DPR Minta Jokowi Tak 'Lempar Bola' ke Masyarakat Soal Hukuman Mati Koruptor
PAN Nilai KPU Lampaui Kewenangan Larang Eks Koruptor Maju Pilkada
Tarik Ulur Fraksi di DPRD DKI Sahkan Anggaran TGUPP
PAN Belum Berencana Usung Putra Jokowi
Sepanas Apapun Kongres PAN, Diyakini Akan Berujung Guyub

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.