Sekjen PPP Lega Romahurmuziy Divonis Pasal Gratifikasi, Bukan Suap

Sekjen PPP Lega Romahurmuziy Divonis Pasal Gratifikasi, Bukan Suap
Arsul Sani. ©dpr.go.id
NEWS | 21 Januari 2020 11:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy atau Rommy divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim Tipikor Jakarta. Sekjen PPP Arsul Sani angkat bicara mengenai vonis tersebut.

Menurut Arsul, vonis Romahurmuziy terkait gratifikasi, bukan suap.

"Rommy tidak dihukum atas dasar Pasal 12 (b) UU Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan atas UU Tipikor No 31 Tahun 1999 tentang perbuatan suap yang menjadi dakwaan primer, tetapi Rommy dihukum karena melanggar Pasal 11 UU No 20 Tahun 2001, tentang penerimaan gratifikasi," kata Arsul di Kompleks DPR Senayan, Selasa (21/1).

Arsul menyebut kesalahan Rommy hanya tidak menyerahkan uang dalam jangka 30 hari. "Jadi kesalahan Rommy berdasarkan Putusan Pengadilan adalah menerima gratifikasi berupa uang dan kemudian tidak menyerahkannya pada KPK dalam jangka waktu 30 hari," ucapnya.

Arsul menegaskan, Rommy tidak melakukan penyuapan. "Memperjelas di ruang publik bahwa yang terbukti dalam perkara Rommy ini adalah tindak pidana berupa penerimaan uang yang masuk kategori gratifikasi, bukan tindak pidana suap-menyuap," tegasnya.

"Sebab kalau yang dianggap terbukti itu adalah menerima suap, maka Pengadilan Tipikor Jakpus tentu akan memvonis Rommy atas dasar Pasal 12 (b) bukan Pasal 11 UU No. 20 Tahun 2001," tambahnya.

Baca Selanjutnya: PPP Lega...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami