Sekjen PPP Sebut Jokowi Masih Hitung-hitungan Ajak Oposisi Gabung

POLITIK | 26 Juli 2019 23:22 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, Presiden Joko Widodo masih melakukan kalkulasi apakah partai oposisi bergabung atau tidak. Jokowi, menurutnya menghitung untung ruginya mengambil partai oposisi.

"Beliau bukan ketum partai, beliau harus mengisi semuanya. Tentu yang paling penting semua akan dihitung, cost and benefitnya akan dihitung," ujar Arsul di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Jumat (26/7).

Jokowi kata Arsul, mempertimbangkan masuk tidaknya oposisi demi kelancaran program. Sehingga, Jokowi menghitung apa yang bakal menjadi rintangan. Salah satu yang dihitung Jokowi adalah apakah Gerindra bergabung atau tidak menjadi rintangan menjalankan program kerjanya.

"Itu antara lain hal-hal yang saya yakin dipikirkan Pak Jokowi," kata Arsul.

Partai koalisi, menurut Arsul sudah menyerahkan kepada Jokowi sepenuhnya. Partai tidak tahu bagaimana keputusan final Jokowi nanti terkait penambahan anggota oposisi.

"Belum ada menurut saya sesuatu yang benar-benar final itu akan jadi sikap soal terbuka atau tertutup," kata Arsul.

Terkait bahasa partai koalisi yang melunak, Arsul mengaku tidak ada teguran oleh Jokowi. Menurut bahasa partai yang keras menolak oposisi karena dalam politik harus posisikan meninggi dahulu.

"Saya enggak tahu persis ya. Kan di politik itu call-nya tinggi dulu. Kan harus seperti itu," kata dia.

"Yang jelas pada akhirnya, keyakinan PPP semua itu pasti akan satu mendengarkan arahnya Pak Jokowi sendiri dan apa yang menjadi kemauan pak Jokowi sendiri," tegas Arsul. (mdk/eko)

Baca juga:
Sekjen NasDem Sebut Calon Menteri Parpol Hanya dari Koalisi
Golkar Minta Jokowi Prioritaskan Kader Partai Isi Kabinet
Sekjen Parpol Kubu Jokowi akan Kumpul Rutin Kawal Penyusunan Kabinet
Golkar: Belum Ada Kesepakatan Soal Gerindra
Moeldoko Soal Koalisi Jokowi: Kalau Bisa Diperkuat Lagi Kenapa Enggak
Jokowi-Ma'ruf Resmi Bubarkan Tim Kampanye Nasional

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.