Sentimen Anti Asing dan Politik Identitas Masih Berpotensi Digunakan di Pilkada 2020

POLITIK | 12 Januari 2020 20:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan memprediksi, suara pemilih di Pilkada 2020 masih akan dipengaruhi sentimen anti asing. Apalagi jika pilihan yang disuguhkan kepada rakyat hanya dua pilihan calon.

"Tergantung isu Pemilunya, kalau pemilihnya head to head, dan ada polarisasi pembelahan seperti politik identitas dalam hal ini agama dan etnis, isu itu bisa dipakai lagi," kata Djayadi saat ditemui di Jakarta Pusat, Minggu (12/1).

Isu anti asing tak akan berpengaruh banyak bila kontestan Pemilunya lebih dari dua pasangan calon. Apalagi kedua calon berasal dari unsur yang sama. Semisal latar belakang agama, ras dan etnis.

"Tetapi kalau peserta banyak dan tak ada pembelahan, ya tidak mudah menggunakannya (isu aseng dan asing)," lanjut dia.

Djayadi memprediksi anti asing masih menjadi isu yang cukup besar di Indonesia. Mengingat, kedigdayaan China dan Amerika untuk 10 tahun ke depan masih dinilai masih sangat kuat.

1 dari 1 halaman

China dan AS Dominan

Mengutip hasil survei dirilis Djayadi tentang persepsi publik terhadap negara paling berpengaruh di Indonesia, China dan Amerika menjadi yang tertinggi, ketimbang Jepang, India, dan Rusia.

"Survei kami pada Juli 2019 menyebut 66 persen publik menilai China berpengaruh cukup besar, sedangkan AS 49 persen, jadi ke depan masih berpengaruh isu terkait asing dan aseng maka bisa dipakai oleh pemain politik di tingkat daerah dan nasional," jelas Djayadi.

Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada 10-15 Juli 2019 dengan responden survei mencakup 1.540 orang yang telah berumur 17 tahun atau lebih dengan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai dengan tatap muka. Margin of error survei kurang lebih 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
LSI: Persepsi Pemilih Prabowo China Berpengaruh di Pilpres, Pendukung Jokowi Sebut AS
Survei LSI: Pengaruh China di Indonesia Kuat, Tapi Negatif di Mata Publik
Survei LSI: Tren Intoleransi Berpolitik Meningkat di 2019
LSI: Masyarakat Masih Puas Kinerja Pemerintahan Jokowi
PPP Tutup Mata Soal Hasil Survei Terhadap Perppu KPK
Survei LSI: Rakyat yang Puas dengan Kinerja KPK Umumnya Pilih Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.