Sibuk dongkrak popularitas AHY, Demokrat belum tentukan arah koalisi

Sibuk dongkrak popularitas AHY, Demokrat belum tentukan arah koalisi
POLITIK | 13 Maret 2018 12:23 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menyebut masih meningkatkan nilai jual Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pemimpin masa depan. Karena itu, pihaknya belum mau membicarakan kemana arah poros koalisi sebab segala kemungkinan bisa terjadi.

Agus menegaskan sikap Partai Demokrat adalah mengusung AHY menjadi capres maupun cawapres. Sehingga, saat ini partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu masih belum menentukan sikap politiknya.

"Demokrat masih berkoordinasi terus untuk menentukan apakah itu kita mengambil poros ketiga atau mendukung poros yang ada itu adalah tergantung koordinasi," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (13/3).

Menurutnya, AHY tengah diplot agar menjadi pimpinan masa depan dari Partai Demokrat. AHY saat ini tengah ditargetkan untuk pemilu 2019.

"Kita tentunya, semuanya memprogramkan itu diprogramkan untuk 2019," ujarnya.

AHY, kata Agus, tengah fokus untuk menggalang popularitas di masyarakat. Hal itu melalui perannya sebagai Ketua Kogasma untuk Pilkada 2018.

Partai Demokrat menargetkan apabila Pilkada berjalan lancar, terbuka jalan juga untuk AHY mendapatkan simpati publik.

"Tentunya di dalam dukungan pilkada tersebut, mas AHY juga memberikan hal yang positif, sehingga memberikan pandangan terhadap masyarakat dan tentunya seorang yang akan menjadi next leader tentunya dikenal jauh lebih baik, popularitas lebih tinggi jauh lebih baik," tutup Agus. (mdk/fik)

Baca juga:
Zulkifli Hasan soal poros ketiga: Secara matematis mungkin, tapi butuh keajaiban
Waketum Demokrat sebut AHY belum final diusung jadi cawapres di 2019
Waketum Demokrat soal peluang poros ketiga: 'Everything is possible'
Penjajakan PDIP dan Demokrat terganggu usai walkout Ferdinand Hutahaean?
Luruskan ucapan Andi Mallarangeng, Demokrat belum bahas syarat koalisi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami