Sidang Paripurna Luar Biasa DPD Berlangsung Ricuh, Anggota Nyaris Baku Hantam

POLITIK | 18 September 2019 16:55 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menggelar sidang paripurna luar biasa ke-2 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9). Namun, rapat itu berlangsung ricuh.

Pantauan merdeka.com, rapat dimulai pukul 14.30 WIB. Berdasarkan agenda sidang itu untuk mendengarkan laporan IHPS Tahun 2019, penyampaian LHP dan pengesahan tata tertib DPD.

Setelah DPD mendengarkan laporan dari IHPS dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD Mervin Sadipun Komber ingin menyampaikan laporan, tetapi diwarnai dengan interupsi para senator.

Kericuhan pun dimulai saat interupsi dari para senator tidak didengarkan pimpinan sidang yakni Wakil Ketua DPD Akhmad Muqowam. Para senator seperti Numawati Dewi Batilan dari Sulawesi Tengah dan Senator asal Riau Intsiawati Ayus terus melontarkan interupsi.

Mereka mempertanyakan mengapa agenda sidang paripurna ini mengesahkan tata tertib DPD. Padahal belum ada rapat Panitia Musyawarah (Panmus).

"Interupsi pimpinan ini cacat prosedur," ujar Numawati

"Ini pengesahan atau pembacaan laporan? Itu dulu," jelas Intsiawati.

Suasana pun semakin ricuh senator lainnya seperti Benny Ramdhani dari Sulawesi Utara menjelaskan mekanisme pengesahan dan pembacaan laporan dari BK.

Tetapi interupsi senator lainnya yang mempertanyakan pengesahan terus terlontar. Benny Ramdhani sempat kesal bahkan ingin baku hantam dengan Senator asal Sulawesi Barat Asri Anas.

Suasana mulai kondusif setelah mikrofon semua Senator dimatikan. Muqowam pun memberikan waktu pada pihak yang ingin interupsi secara satu persatu.

Baca juga:
La Nyalla Ingin DPD Ikut Dilibatkan Membangun Indonesia Sentris
Fadel Muhammad Incar Kursi Pimpinan MPR Jatah DPD
Pimpinan DPD Dinilai Harus Berkarakter Kuat dan Komunikatif
Ketua DPD Perindo Sorong Ketahuan Bawa 1.500 Bendera Bintang Kejora
Nono Sampono Puji Peran Sabam Sirait di DPD
105 Anggota DPD dan 90 Anggota DPR Terpilih Belum Serahkan LHKPN

(mdk/bal)

TOPIK TERKAIT