Sinyal Kuat Prabowo dan Gerindra Bakal Gabung Barisan Jokowi

POLITIK | 15 Oktober 2019 06:45 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Minggu 20 Oktober 2019, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin mesra dengan koalisi Jokowi. Hal ini ditandai dengan pertemuan empat mata antara Presiden Jokowi dan Prabowo di Istana pada Jumat (11/10) lalu.

Selanjutnya Prabowo bertemu dengan ketua umum partai pengusung Presiden Jokowi. Pertemuan Prabowo dengan partai koalisi Jokowi memberi sinyal kuat jika Gerindra bakal bergabung dengan koalisi Jokowi.

Bahkan ada ketum partai pengusung Jokowi yang tak masalah jika Partai Gerindra gabung dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin. Lantas, apakah Prabowo akan bergabung ke koalisi Jokowi?

1 dari 4 halaman

Jokowi dan Prabowo Bicara Peluang Gerindra Gabung Koalisi

Presiden Jokowi mengundang Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan pada Jumat (11/10) lalu. Dalam pertemuan empat mata itu keduanya berbicara peluang Gerindra bergabung dengan pemerintah.

"Berkaitan dengan masalah koalisi, tapi untuk urusan satu ini belum final, tapi kami tadi sudah berbicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi kita." kata Jokowi usai pertemuan, Jumat (11/10).

Saat disinggung kembali soal koalisi, Jokowi mengatakan, akan disampaikan kalau sudah ada kesepakatan. "Tadi sudah saya sampaikan kan masih belum final. Nanti kalau sudah final baru akan kita sampaikan," tuturnya.

Sedangkan Prabowo mengaku siap jika Gerindra memang diperlukan. Menurutnya, setelah bertarung di Pemilu, kepentingan bangsa di atas segalanya.

"Jika kami diperlukan kami siap membantu, itu sudah disampaikan di MRT. Kalau diperlukan kami siap, kami akan beri gagasan," ungkap Prabowo.

2 dari 4 halaman

Surya Paloh Tak Masalah Gerindra Gabung Koalisi Jokowi

Usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jumat lalu. Prabowo melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Kedua petinggi parpol bertemu di rumah Suryo Paloh, Permata Hijau, Minggu (13/10). Surya dan Prabowo melakukan pertemuan dan jamuan makan kurang lebih dua jam.

Pertemuan keduanya menghasilkan kesepakatan. Antara lain kedua pimpinan partai sepakat memperbaiki citra partai demi kepentingan nasional di atas kepentingan lain. Kedua, sepakat untuk melakukan mencegah dan melawan tindakan radikalisme atau paham yang merongrong Pancasila.

Kemudian saat disingguh, peluang Gerindra bergabung dalam koalisi Jokowi. Surya Paloh menegaskan tidak ada masalah jika akhirnya Gerindra bergabung dengan koalisi pendukung Presiden Jokowi.

"Mana ada masalah buat saya? Ini masalahnya, artinya di dalam suatu semangat konstitusi dalam kepentingan nasional, kita yakin enggak Pak Prabowo bergabung dalam koalisi pemerintahan ini, kita memiliki keyakinan, apa yang jadi masalah?" ujar Surya.

3 dari 4 halaman

Bertemu Cak Imin

Sinyal bergabungnya Partai Gerindra dalam koalisi Jokowi semakin kuat. Setelah Presiden Jokowi dan Ketum Partai NasDem, Ketum Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar pada, Senin (14/10). Usai pertemuan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di kantor DPP PKB. Cak Imin memberikan restu supaya Gerindra diterima sebagai anggota koalisi pendukung Presiden Jokowi.

"Yang namanya kerja sama demi rakyat di mana saja siap di mana saja," kata politikus yang disapa Cak Imin di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Senin (14/10).

"Iyalah, tidak apa-apa," imbuhnya ditanya apakah Prabowo diizinkan berkoalisi.

Bahkan, Cak Imin memberikan sebuah istilah ibadah salat. Dia mengistilahkan Gerindra seperti jamaah yang telah saat datang salat berjamaah. Yaitu Gerindra sebagai Makmum Masbuq. Istilah itu merujuk jemaah yang telat datang tetapi tetap diterima dalam salat berjamaah.

"Istilah kalau salat itu ada Imam, ada makmum. Nah makmum yang datangnya belakang namanya makmum masbuq," ujar Cak Imin.

Dia hanya menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Prabowo menyampaikan siap mendukung menyukseskan pemerintahan. Cak Imin dengan tegas menyatakan tidak ada masalah Gerindra masuk lingkaran Istana.

"Pak Prabowo menyampaikan tadi bahwa beliau siap menopang mendukung menyukseskan pemerintahan. Baik di dalam kabinet maupun di luar kabinet. Tapi intinya juga yang penting sekarang persatuan kebersamaan sinergi untuk suksesnya pembangunan," kata dia.

4 dari 4 halaman

Prabowo Bakal Bertemu Ketum Golkar Airlangga

Satu persatu Prabowo menyambangi Ketum Partai Politik koalisi Jokowi. Setelah bertemu Partai NasDem, Prabowo juga tengah mengatur jadwal pertemuan dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Mudah-mudahan saya lagi diatur ketemu Pak Airlangga, Golkar," kata Prabowo.

(mdk/dan)