Sinyal-Sinyal Demokrat Mulai Dukung Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

POLITIK | 13 Agustus 2019 09:37 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Partai Demokrat disebut-sebut mendukung pemerintahan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

"Jadi kalau ditanya ke mana arah politik partai Demokrat ya arahnya adalah untuk memperkuat pemerintahan Pak Jokowi ke depan," kata Ferdinand pada wartawan.

Ferdinand menegaskan, keputusan itu sudah resmi, tetapi memang belum diumumkan. Tinggal menunggu waktu saja kapan akan diumumkan secara resmi sikap tersebut.

"Ya itu (dukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf) sikap resmi dan opsi terdepan. Tapi semua kembali ke Pak Jokowi kapan? Sikap itu sudah resmi diputuskan pasca 40 hari berkabung, Demokrat meski tak diumumkan secara resmi karena menunggu disampaikan secara formal pada saat yang tepat," ungkapnya.

Ucapan Ferdinand itu langsung menuai respons dari kubu partai pendukung Jokowi-Ma'ruf. Salah satunya PDIP. Partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri itu menilai sudah terlambat jika Demokrat ingin bergabung ke koalisi Jokowi.

"Seharusnya ini sudah dilakukan sebelum pilpres. Sudah sangat terlambat apabila baru sekarang diekspresikan," jelas Politikus PDIP Andrea Hugo Pareira.

Andreas melihat ada maksud lain dukungan yang diberikan Demokrat pada Jokowi. Meski demikian PDIP, menyerahkan sepenuhnya terkait koalisi pada Jokowi sebagai pemegang hak prerogatif.

"Pernyataan ini juga bisa diartikan bahwa PD ingin mendukung pemerintahan Jokowi-Maruf, tentu dengan harapan ada power sharing dalam kabinet nanti," tambah Andreas lagi.

Sedangkan Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate justru enggan menanggapi isu tersebut. Alasannya ucapan dukungan itu tidak keluar dari Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kita enggak perlu dengar kalau bukan langsung dari Pak SBY," ujar Johnny.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan langsung meluruskan ucapan Ferdinand terkait partainya yang sudah resmi mendukung pemerintahan Jokowi. Kata Syarief, ucapan itu atas dasar pendapat pribadi. Keputusan soal arah dukungan Demokrat baru akan diputuskan dalam rapat Majelis Tinggi.

"Enggak, rapat-rapat kecil itu tidak menggambarkan keputusan partai. Keputusan partai kalau resmi itu melalui majelis tinggi. Gitu loh. Dan nanti akan disampaikan secara resmi. Bahwa ada kader-kader yang berpendapat sudah ke pemerintah dan sebagainya itu kan masih belum diputuskan secara resmi," kata Syarief pada merdeka.com, Senin (12/8).

Meski begitu, Syarief tidak membantah bahwa saat ini mayoritas kader Partai Demokrat memang menginginkan partai berlambang mercy itu mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Namun, Demokrat tidak bisa serta merta langsung mendukung Jokowi walaupun mayoritas kadernya ingin mengarah ke sana.

Semua itu harus ditentukan oleh chemistry yang terbangun antara Demokrat, Jokowi dan partai koalisinya.

"Memang mayoritas memang ya sih ingin ya bergabung, dengan catatan ya kalau memang chemistry dan kebersamaan ya bisa dibangun," ungkapnya.

Syarief juga mengklaim chemistry Demokrat dengan Jokowi berjalan dengan sangat baik. Bahkan, lanjut dia, para partai koalisi Jokowi secara implisit setuju jika Demokrat bergabung ke koalisi Jokowi.

"Kalau secara implisit sih mereka oke-oke juga. Tetapi ini kan perkembangan politik kan bergulir terus. Nah tentunya secara individu secara parsialkan tidak bisa menjadi patokan kan. Harus kolektif gitu," ucapnya.

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT