Soal Hasil Autopsi Trio, Komisi IX Minta Bersabar Tunggu Pernyataan Pemerintah

Soal Hasil Autopsi Trio, Komisi IX Minta Bersabar Tunggu Pernyataan Pemerintah
ilustrasi vaksin. ©2012 diena.lv
NEWS | 29 Juli 2021 12:29 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Keluarga Trio Fauqi Virdaus, pemuda yang meninggal setelah vaksinasi AstraZeneca mengungkap hasil autopsi di RSCM. Hasilnya tidak ada penyakit penyerta.

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai, belum bisa disimpulkan apakah kematian karena vaksin meski tidak ada komorbid. Rahmad menyarankan sebaiknya menunggu keterangan resmi dari Komnas KIPI sebagai kepanjangan dari pemerintah.

"Kalau toh kemudian yang meninggal dunia atau hasil autopsi tidak ditemukan meninggal karena tidak ada penyakit komorbid bukan berarti penyebabnya dari vaksin. Masih ada indikator lain untuk Komnas KIPI menyimpulkan. Nah Komnas KIPI akan menyimpulkan dan akan diberikan ke pemerintah," ujar Rahmad kepada wartawan, Kamis (29/7).

"Jadi kita mohon bersabar saja agar itu kita berikan wewenang penuh kepada Komnas KIPI. Komnas KIPI yang akan merekomendasikan kepada pemerintah," sambungnya.

Rahmad mengatakan, untuk menentukan apakah vaksinasi menjadi faktor tunggal, masih butuh penelitian yang panjang.

"Untuk menentukan ke arah situ apakah meninggal karena faktor tunggal vaksin itu butuh penelitian panjang," ujarnya.

Politikus PDIP ini juga bilang, kepada Komisi IX DPR RI, Komnas KIPI menyampaikan belum ada kasus kematian setelah vaksinasi karena faktor tunggal akibat vaksin. Ada beberapa faktor misal seperti penyakit penyerta dan sebagainya.

"Sampai detik ini Komnas KIPI setahu saya belum pernah menyimpulkan atau belum pernah ada sodara kita meninggal karena satu faktor vaksin. Untuk itu kita butuh kesabaran," ujarnya.

Sebelumnya, Keluarga Trio Fauqi Virdaus mengungkap hasil autopsi yang dilakukan tim gabungan dari RSCM dan Kemenkes. Trio, warga Jakarta Timur itu meninggal dunia tak lama setelah menerima vaksin merk AstraZeneca.

Viki, kakak kandung Trio, mengatakan, tidak ditemukan komorbid atau penyakit bawaan yang diderita sang adik dari hasil autopsi tersebut.

"Jadi hasilnya tidak ada penyakit apapun yang diderita apapun dari almarhum. Dalam arti kata, komorbid enggak ada, tapi ditemukan flek hitam di paru, bintik bintik hitam di paru. Tetapi tidak bisa dikaitkan dengan kematian, itu statement RSCM loh ya, bisa dikatakan Trio ini bersih dari penyakit lain," katanya kepada merdeka.com, Rabu (28/7).

Hal itu diketahui Viki setelah melakukan zoom meeting terkait hasil autopsi Trio bersama dokter RSCM, Dinas Kesehatan, Jubir Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, Puskesmas dan didampingi Sekretariat RW.

"Dokter, RSCM, di dalam zoom meeting itu ada dokter, RSCM, Dinkes, ada orang Puskesmas di rumah saya yang bawa laptopnya buat zoom, ada disaksikan sekretariat RW, Kemenkes Bu Siti," ujarnya.

Dalam zoom meeting itu, Viki menanyakan kepada dokter apakah adiknya meninggal karena vaksin AstraZeneca. Namun, dokter tersebut tidak menjawab lugas apakah adiknya meninggal karena vaksin tersebut.

"Terus saat kami tanyakan, oh berarti kesimpulannya keluarga mempertanyakan dong ini murni karena vaksin AstraZeneca. Dokter itu menjawab kapasitas kami hanya menyampaikan hasil autopsi dan kami tidak bisa menentukan karena AstraZeneca atau gimana, karena kami hanya sebatas ini temuannya yang menyatakan Trio tidak menderita penyakit apapun, komorbid apapun," tuturnya. (mdk/lia)

Baca juga:
KIPI: Hasil Autopsi Trio Tak Bisa Simpulkan Meninggal Karena Vaksin AstraZeneca
Keluarga Ungkap Hasil Autopsi Trio: Tak Ada Komorbid, Tapi Ada Flek Hitam di Paru
Komnas KIPI Sebut Autopsi Jenazah Trio Fauqi Virdaus Telah Rampung
Keluarga Menyayangkan Baru Ada Autopsi 16 Hari Setelah Kematian Trio Fauqi
Nasib Setelah Vaksinasi
Rapat Kerja di DPR, Komnas KIPI Jelaskan 2 Kasus Meninggal Usai Vaksinasi AstraZeneca

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami