Soal Menteri, OSO Minta Jokowi Tak Kompromi dan Harus Melihat Profesi

POLITIK | 16 Oktober 2019 13:26 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo belum membocorkan menteri yang akan membantunya di periode mendatang. Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapto Odang atau OSO, memberikan saran agar Jokowi tak kompromi dalam memilih menteri dan menempatkan orang sesuai latar belakang profesinya.

"Jangan ada kompromi harus melihat profesi," kata OSO usai menghadiri seminar Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Rabu (16/10).

Seorang menteri, kata OSO, harus memiliki semangat kerja dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Sehingga rakyat merasakan kemakmuran.

"Dan harus betul-betul mempunyai kemampuan memiliki kemampuan mendongkrak dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran rakyat," kata OSO.

Saat ditanya apakah ada kader Hanura yang masuk kandidat menteri, OSO enggan menanggapi. OSO langsung meninggalkan lokasi.

Sebelumnya, Jokowi berjanji kabinet jilid II akan diumumkan usai pelantikan Presiden. Meski masih merahasiakan namanya, Jokowi menyebut ada beberapa menteri di Kabinet Kerja Jilid I yang dipertahankan.

"Ya adalah (yang dipertahankan), yang lama ada. Yang baru banyak," kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (16/10).

Baca juga:
Jokowi Soal Kabinet Jilid II: Yang Lama Ada, Yang Baru Banyak
Golkar: 63% Partai Pendukung di Parlemen Cukup untuk Kawal Pemerintahan Jokowi
Ini Tanggapan Demokrat Soal AHY Dikabarkan Jadi Menteri
Soal Gabung Pemerintah atau Tidak, DPD Gerindra Ikut Kebijakan Pengurus Pusat
Gerindra Disebut Ngabalin Dapat Kursi Menteri, Begini Reaksi Prabowo
Kuntoro Mangkusubroto Dinilai Cocok Jadi Menteri Strategis
Kembali ke Gerindra, Sandiaga Uno Bakal Jadi Menteri Jokowi?

(mdk/lia)