Soal Pembatasan Masa Jabatan, PDIP Sebut Ketum Diperoleh dari Pemilihan

Soal Pembatasan Masa Jabatan, PDIP Sebut Ketum Diperoleh dari Pemilihan
POLITIK | 21 Mei 2020 20:12 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun mengusulkan jabatan ketua umum partai politik dibatasi agar terjadi demokratisasi di tubuh parpol. Anggota DPR Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno mengatakan, Ketum Parpol adalah jabatan yang diperoleh melalui proses pemilihan dari kader.

"Harus dicatat, Ketum Parpol adalah jabatan yang diperoleh melalui proses pemilihan (election), bukan dari seleksi berdasar kriteria baku yang terukur (selection)," kata Hendrawan, Kamis (21/5).

Menurutnya tidak masalah selama kader partai masih memilih orang tersebut sebagai ketum. Sehingga demokrasi tetap berjalan.

"Selama yang berhak pilih memutuskan memilih orang yang sama, maka berdasar prinsip yang juga demokratis, hal tersebut juga harus kita terima," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Partai Beda dengan Organisasi Bisnis

Dia menambahkan, modal sosial partai berbeda dengan organisasi birokrasi atau organisasi bisnis. Partai menjual ideologi, karisma dan program-program afiliasi emosional. Bukan semata-mata profesionalitas pengelolaan.

"Sehingga lebih kompleks. Bahkan ada korelasi kuat antara posisi elektoral dengan stabilitas kepemimpinan partai," kata dia.

Meski begitu, kata Hendrawan, ide pembatasan jabatan ketum parpol adalah ide menarik. "Ide yang menarik, terutama untuk mereka yang sangat khawatir dengan berjangkitnya fenomena oligarki di era demokratisasi saat ini," tukasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Soal Jabatan Ketum Parpol Dibatasi, PAN Lihat dari Aspek Keberhasilan dan Regenerasi
Pengamat LIPI: Parpol Rumah Demokrasi, Jabatan Ketum Cukup 2 Periode
Presiden Saja Diatur Dua Kali Masa Jabatan, Kenapa Ketum Parpol Tidak?
SK Kemenkumham Terbit, Partai Gelora Indonesia Besutan Anis Matta Berbadan Hukum
Refly Harun Nilai Masa Jabatan Ketum Partai Harus Dibatasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami