Survei: 70,1% Publik Puas Kinerja Jokowi, Ma'ruf Amin Tak Sampai 50%

Survei: 70,1% Publik Puas Kinerja Jokowi, Ma'ruf Amin Tak Sampai 50%
POLITIK | 16 Februari 2020 14:12 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Survei Indobarometer menunjukkan tingkat kepuasan publik kepada 100 hari Presiden Joko Widodo tinggi. Tingkat kepuasan ini bahkan melampaui tingkat kepuasan 100 hari Jokowi pada periode pertama.

Pada survei teranyar Indobarometer, tingkat kepuasan terhadap Presiden Jokowi sebesar 70,1 persen yang terbagi 12,3 persen sangat puas dan 57,8 cukup puas.

Yang menyatakan tidak puas 27,4 persen dengan pembagian 25,1 persen kurang puas dan 2,3 persen tidak puas. Sementara responden yang menyatakan tidak tahu sebanyak 2,6 persen.

Tingkat kepuasan itu lebih besar dibandingkan lima tahun lalu. Pada survei nasional Indobarometer 2015, tingkat kepuasan kepada Jokowi 57,5 persen. Sedangkan yang tak puas sebesar 37,5 persen.

"Jokowi punya modal lebih jauh dibandingkan 5 tahun lalu," ujar Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari dalam rilis survei di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (16/2).

1 dari 2 halaman

Maruf Amin Dapat Berapa?

Sementara itu beda kepuasan publik terhadap kinerja wakil presiden. Publik terlihat tak terlalu puas dengan tingkat kepuasan sebesar 49,6 persen, yang dibagi 5,9 persen sangat puas, 43,7 persen cukup puas. Dalam survei yang menyatakan tidak puas mencapai 37,5 persen dengan pembagian 32,7 persen kurang puas dan 4,8 persen tidak puas. Tidak tahu 12,9 persen.

Kepuasan kinerja Wapres Ma'ruf Amin ini lebih rendah dibandingkan Jusuf Kalla. Pada 100 hari Jusuf Kalla, tingkat kepuasan 53,3 persen dan tidak puas 38,8 persen.

Namun, kinerja menteri 100 hari lebih tinggi dibandingkan Wapres Ma'ruf. Tingkat kepuasan menteri Kabinet Indonesia Maju sebesar 54,4 persen dan tidak puas 28,1 persen.

"Kepuasan menteri, di atas kepuasan Wapres Ma'ruf Amin," kata Qodari.

2 dari 2 halaman

Isu Ekonomi Masih Dominasi

Sementara, masyarakat tidak berubah dalam isu yang dianggap penting hari ini dibandingkan lima tahun lalu. Ekonomi masih mendominasi. Publik melihat tiga isu terpenting adalah ekonomi (32,1 persen), lapangan pekerjaan (15,8 persen), harga bahan pokok (11,3 persen).

Tidak jauh berbeda dengan lima tahun lalu, ekonomi (21,6 persen), harga kebutuhan pokok mahal (19,6 persen) dan korupsi, kolusi, dan nepotisme (14,6 persen).

Survei nasional Indobarometer ini dilaksanakan 9-15 Januari. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dari seluruh Indonesia. Margin of error survei sebesar 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (mdk/rnd)

Baca juga:
Survei Sukses Atasi Banjir: Ahok 42%, Jokowi 25%, Anies Baswedan 4,1%
Indo Barometer: Publik Restui Anak dan Mantu Jokowi Maju Pilkada 2020
Liburan, Ini Kegiatan Presiden Jokowi Selama di Solo
Indobarometer: Prabowo Jadi Menteri Paling Bagus, Hati-hati Reshuffle
Jokowi Ingin Stadion Manahan Solo Bisa Dipakai untuk Piala Dunia U-20
Jokowi Ajak Jan Ethes Nonton Laga Persahabatan Persib Vs Persis

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami