Survei LSI: Penurunan Angka Golput di Pilpres 2019 Untungkan Jokowi-Ma'ruf

POLITIK | 2 Mei 2019 15:44 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menilai Pemilu 2019 sukses jika dilihat dari angka golongan putih (golput). Peneliti LSI Denny JA Ardian Sopan mengungkapkan berdasarkan survei, angka golput menurun di pemilu tahun ini.

Pada Pemilu 2009, kata Ardian, persentase golput tercatat sebesar 27,45 persen, 2014 naik menjadi 30,42 persen. Sementara, di 2019 tercatat angka mengalami penurunan di persentase 19,24 persen.

Ardian menjelaskan turunnya angka golput tak lepas dari upaya peserta pemilu khususnya seruan dari timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga.

"Mobilisasi dan seruan 'jangan golput' kubu Jokowi dan Prabowo yang masif di akhir-akhir kampanye," ujar Ardian di kantornya, Jakarta Timur, Kamis (2/5).

Dia menambahkan, pemilu dengan format serentak membuat pesertanya menyadari pentingnya suara dari masyarakat. Sehingga ajakan untuk datang ke TPS gencar dilakukan, baik via media sosial atau tatap muka.

Faktor lain menurunnya angka golput, menurutnya, juga disebabkan menguatnya politik identitas saat kampanye oleh satu pasangan capres-cawapres. "Tingginya partisipasi segmen pemilih minoritas dengan berbagai alasan. Salah satunya merasa terancam dengan narasi politik identitas yang menggaung di salah satu kubu," papar Ardian.

Namun, survei menunjukkan penurunan angka golput ternyata memberikan keuntungan untuk Jokowi-Ma'ruf. Secara agregat, angka golput pemilu tahun ini proporsional bagi paslon 01. Dia menilai justru akan rugi bagi Jokowi-Ma'ruf jika jumlah golput terus besar.

"Data kita, golput pada pemilu 2019 relatif paling kecil sepanjang sejarah pasca-reformasi yaitu 19,24 persen. Dalam hal ini, Jokowi-Ma'ruf diuntungkan dengan agregat jumlah angka yang golput," jelasnya.

Baca juga:
Ada Pembicaraan Khusus, AHY Temui Jokowi di Istana Sore Ini
LSI Denny JA data 100 Persen: Jokowi Pontensi 2 Periode
Quick Count LSI Denny JA 100 Persen: Jokowi-Ma'ruf Menang Mutlak di 21 Provinsi
Relawan IT Prabowo akan Sambangi Bawaslu, Serahkan Bukti Salah Entry Situng KPU
KPU Nilai Salah Entry Data di Situng Berbeda dengan Kecurangan

(mdk/ray)