Survei: Mayoritas pemilih yakin tidak ada parpol bebas korupsi
POLITIK » MAKASSAR | 16 November 2013 09:12 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Pemilu legislatif 2014 tinggal menyisakan waktu 5 bulan lagi. Salah satu faktor yang mempengaruhi pilihan politik publik terhadap partai politik adalah persepsi publik terhadap citra dan kinerja partai politik.

Lembaga survei Median melakukan survei terhadap responden di 10 kota besar untuk mengetahui persepsi publik terhadap partai politik. Hasilnya, lebih dari setengah responden yakin, tak ada satupun parpol peserta pemilu 2014 yang bebas dari korupsi.

Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) mengatakan, survei ini menggambarkan persepsi publik terhadap parpol yang ada saat ini. Dalam survei itu ditanyakan, partai apa yang bersih dari korupsi.

"Hasilnya, 62 persen menjawab tidak ada, 12 persen menjawab ada, dan 26 persen responden menjawab tidak tahu," ujarnya dalam rilis yang diterima merdeka.com, Sabtu (16/11).

Survei itu digelar pada 1-7 November 2013 lalu. Sampel yang dipilih 1.200 responden dari 10 kota besar secara acak dengan teknik Systematic Random Sampling pada buku telepon yang diterbitkan oleh PT Telkom dan proporsional atas populasi dan gender dengan Margin of Error 3% pada tingkat kepercayaan 95%.

10 Kota besar tersebut adalah: DKI Jakarta, Bandung Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Palembang, Palembang, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura. Sampel adalah penduduk berusia 17 tahun atau lebih pada tanggal 9 april 2014 atau sudah menikah. Survei dilakukan dengan wawancara melalui Telepon.

Selain persepsi publik terhadap korupsi, beberapa parameter yang ditanyakan kepada publik adalah:

Partai politik yang memperjuangkan kepentingan rakyat: PDIP (18,8%), Golkar (17%), dan Gerindra 15,8%.

Partai yang melakukan sosialisasi di televisi: Hanura (28,4%), Golkar (28%), dan NasDem (25,2%).

Partai politik yang rutin mengajak bergabung: PKS (10,4%), Gerindra (9,7%), dan PDIP (8,8%).

Partai politik yang rutin mengadakan kegiatan: PKS (11,3%), PDIP (11%), dan Gerindra (10,7%).

Partai politik yang mampu menyejahterakan rakyat: Golkar (25%), Hanura (19,7%), dan PDI (17,6%).

Partai politik yang mampu mengatasi potensi konflik: Golkar (23,9%), Hanura (18,2%), dan Demokrat (17,4%).

Partai politik yang mampu menyediakan lapangan kerja: Golkar (24,1%), Hanura (17,7%), dan Demokrat (16,3%).

Partai politik yang mampu mewujudkan masyarakat religius: PKS (20%), PKB (17,3%), PPP (17%).

Partai politik yang mampu menjaga semangat nasionalisme: PDIP (21,8%), Demokrat (21,6%), dan Gerindra (16,6%).

Partai politik yang mampu menjaga nilai Pancasila: PDIP (22,3%), Demokrat (20,1%), dan Gerindra (16,3%).

Partai politik yang menawarkan kepemimpinan baru yang berkualitas: PDIP (26%), Gerindra (20,7%), dan Hanura (12,1%).

Partai yang mampu mewujudkan pendidikan murah dan berkualitas: Demokrat (25,5%), NasDem (21,7%), dan Golkar (20,3%).

(mdk/bal)

TOPIK TERKAIT