Survei: Pemilih Muda Nilai Perhatian Partai atas Isu Krisis Iklim Masih Rendah

Survei: Pemilih Muda Nilai Perhatian Partai atas Isu Krisis Iklim Masih Rendah
Aksi protes krisis iklim. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 27 Oktober 2021 14:26 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi menyatakan, belum ada satu partai politik yang dipersepsi pemilih muda memberikan perhatian terhadap isu krisis iklim atau pelestarian lingkungan. Hal itu terungkap dari hasil survei persepsi pemilih pemula dan muda (Gen-Z dan Milenial) atas permasalahan krisis iklim di Indonesia.

Pertanyaan yang diajukan adalah 'seberapa besar perhatian partai politik berikut dalam menghentikan atau mengatasi perubahan iklim?'.

"Persepsi pemilih muda atas tingkat perhatian partai-partai di Indonesia dalam mengatasi krisis iklim masih rendah, tidak ada partai politik yang dominan dipersepsi pemilih pemula memberikan perhatian yang cukup sejauh ini terkait isu krisis iklim atau pelestarian lingkungan," kata Burhanuddin dalam paparan surveinya, Rabu, (27/10).

Dalam survei itu, ada Demokrat yang sangat perhatian terkait isu krisis iklim atau pelestarian lingkungan hanya sebanyak 4 persen, cukup perhatian 29 persen, kurang perhatian 20 persen, tidak perhatian sama sekali 15 persen.

Gerindra sangat perhatian 3 persen, cukup perhatian 29 persen, kurang perhatian 22 persen, tidak perhatian sama sekali 15 persen. PDIP sangat perhatian 5 persen, cukup perhatian 26 persen, kurang perhatian 22 persen, tidak perhatian sama sekali 16 persen.

Golkar sangat perhatian 3 persen, cukup perhatian 27 persen, kurang perhatian 23 persen, tidak perhatian sama sekali 15 persen. NasDem sangat perhatian 3 persen, cukup perhatian 25 persen, kurang perhatian 23 persen, tidak perhatian sama sekali 16 persen.

Berikutnya, PKB sangat perhatian 2 persen, cukup perhatian 25 persen, kurang perhatian 25 persen, tidak perhatian sama sekali 15 persen. PKS sangat perhatian 2 persen, cukup perhatian 24 persen, kurang perhatian 54 persen, tidak perhatian sama sekali 16 persen.

PPP sangat perhatian 2 persen, cukup perhatian 24 persen, kurang perhatian 24 persen, tidak perhatian sama sekali 16 persen. PAN sangat perhatian 2 persen, cukup perhatian 24 persen, kurang perhatian 24 persen, tidak perhatian sama sekali 17 persen. PSI sangat perhatian 1 persen, cukup perhatian 21 persen, kurang perhatian 25 persen, tidak perhatian sama sekali 18 persen.

Burhanuddin mengatakan, ini peluang strategis bagi partai-partai untuk mulai melibatkan berbagai stakeholders masyarakat sipil dalam penyusunan agenda strategis krisis iklim ke dalam platform partai guna menarik perhatian.

"Dan fokus dari blok strategis pemilih muda dan pemula kalangan Gen-Z dan minelial yang mencapai sekitar 80 juta atau 40 persen dari populasi pemilih di pemilu 2024," ungkap Burhanuddin.

Populasi survei seluruh warga Indonesia berumur 17 hingga 35 tahun. Survei dilakukan pada tanggal 9-16 September 2021.

Penarikan sampel menggunakan metode statified multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 4020 responden yang terdiri atas 3216 usia 17-26, san 804 responden usia 27-35 tahun. Margin of error sekitar - + 2.7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (mdk/ray)

Baca juga:
Survei BRI: 80 Persen UMKM Tetap Beroperasi Selama Pandemi Covid-19
Hanta Yuda: Capres 2024 akan Muncul dari Tiga Jalur Ini
Poltracking: 67,4% Responden Puas dengan Kinerja Jokowi, Penegakan Hukum Rendah
Survei Poltracking: Mayoritas Publik Inginkan Jokowi Ganti Beberapa Menteri
Litbang Kompas: Elektabilitas PDIP, Gerindra, Golkar Teratas, Tapi Terjadi Penurunan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami