Survei SMRC: 39 Persen Masyarakat Takut Bicara Politik

Survei SMRC: 39 Persen Masyarakat Takut Bicara Politik
Demo Omnibus Law. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori
POLITIK | 6 April 2021 14:16 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) membeberkan hasil survei terbarunya soal kondisi kebebasan sipil di Tanah Air. Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad mengungkapkan bahwa sebanyak 39 persen masyarakat takut untuk berbicara soal politik.

"Kalau kita jumlah yang mengatakan selalu dan sering, masyarakat sekarang yang takut berbicara politik itu jumlahnya ada 39 persen," kata Saidiman dalam konferensi pers daring pada Selasa (6/4).

Menurutnya, temuan ini mengalami tren kenaikan. Namun masih lebih kecil dibandingkan temuan pada tahun lalu.

"Kita sudah tanyakan dalam survei sejak tahun 2004 dan kita melihat ada tren naik dari mereka yang menyatakan bahwa masyarakat sekarang takut berbicara masalah politik. Yang berbicara sering dan selalu itu mengalami kenaikan," ucap dia.

Jika responden dikelompokkan dengan basis pilihan presiden, 52 persen pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku takut membahas masalah politik. Disusul pendukung Anies Baswesan sebesar 51 persen.

"Kemudian yang menilai masyarakat selalu atau sering takut membahas politik karena penangkapan semena-mena aparat hukum paling banyak pada pemilih AHY 47 persen kemudian pemilih Ridwan Kamil 45 persen," ujarnya.

Pada temuan SMRC di Juli 2014, kata Saidiman hanya ada 16 persen warga yang mengaku takut membicarakan topik soal politik.

Saidiman menjelaskan survei dilakukan pada 28 Februari - 8 Maret 2021. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah Berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1.220 responden. Response rate atau responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1.064 atau 87 persen.

"Sebanyak 1.064 responden ini yang dianalisis. Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar kurang lebih 3.07 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling. Yang tak bisa diwawancarai sebagian besar mereka tidak ada di tempat, di luar rumah atau luar kota," jelasnya.

Kemudian, lanjutnya responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara acak sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).

"Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti," pungkasnya.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com (mdk/bal)

Baca juga:
Sekjen Sebut Survei SMRC Tunjukkan Tren Kenaikan Elektabilitas PSI
Survei SMRC: 69 Masyarakat Puas Penanganan Covid-19 Oleh Pemerintah
Survei: Tingkat Kepuasan Kinerja Jokowi Meningkat, Tertinggi Sejak Januari 2019
Survei SMRC: Pemilih Jokowi Banyak Beralih ke Ganjar Pranowo
SMRC: Elektabilitas Prabowo Tertinggi Hari Ini, Tapi Berat Jika Maju 2024
Tren Elektabilitas Parpol: PDIP Merosot, Golkar-NasDem Naik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami