Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Ingin Tunda Pilkada 2020

Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Ingin Tunda Pilkada 2020
POLITIK | 28 November 2020 23:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas menyatakan masih ada pro kontra di masyarakat, terkait penundaan Pilkada 2020. Menurut dia, hal itu terjadi dikarenakan masih tingginya angka Covid-19.

"Kami memandang semua harus berbasis data, berapa publik setuju dilanjutkan dan berapa sepakat ditunda," kata Sirojuddin dalam keterangannya, Sabtu (28/11).

Namun menurut survei dilakukan SMRC, lanjut dia, ada tiga catatan dari temuan pro kontra penundaan pilkada serentak. Pertama mayoritas publik nasional mengaku ingin Pilkada serentak 2020 tetap dilaksanakan. Kedua, kekhawatiran masyarakat Pilkada menjadi sumber Covid-19 nyata, tapi tidak menghambat partisipasi.

"Ketiga alasannya, 52% dari yang tahu akan ada pilkada serentak atau sekitar 41% dari populasi nasional, mengetahui daerahnya akan melaksanakan Pilkada. Kemudian, Sebanyak 92% dari warga yang tahu akan ada pilkada di daerahnya mengaku akan ikut memilih meski tahu berisiko penularan," jelas Sirojuddin.

Menurut dia, dari tiga temuan tersebut ada pesan penting khususnya kepada penyelenggara, yaitu semua proses harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Dia menilai, sejauh ini baik itu dari Satgas Covid-19, Pemda, KPU, maupun Bawaslu sudah cukup ketat menerapkan protokol kesehatan saat masa kampanye.

"Mulai dari proses kampanye, pemungutan suara, itu bisa dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan ketat," terang Sirojuddin.

Baca Selanjutnya: Masyarakat Tidak Mau Kepala Daerah...

Halaman

(mdk/bal)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami