Tak Ada Ancaman Apapun, Bamsoet Heran DPP Golkar Dijaga Ketat

POLITIK | 22 Agustus 2019 21:57 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Wakorbid Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai, tidak ada urgensi untuk meningkatkan keamanan di kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat. Hal ini ia katakan terkait adanya penjagaan ketat di DPP dan aksi desakan pleno oleh Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di kantor DPP Golkar.

"Tidak ada kegentingan yang memaksa sehingga kantor DPP Golkar harus mendapatkan pengamanan ekstra ketat, apalagi sampai melibatkan sekumpulan oknum preman. DPP Golkar hendaknya tidak mengambil langkah-langkah yang dapat merusak citra Partai Golkar," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/8).

Bamsoet juga meminta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto segera mengirim orang kepercayaannya untuk membuat suasana di kantor DPP lebih kondusif. Sebab, kata dia, saat ini tidak ada ancaman dari pihak manapun yang akan menyerang DPP.

"Tidak ada ancaman dari mana pun, sehingga pengamanan DPP yang ekstra ketat sama sekali tidak diperlukan. DPP tetap harus menjadi ruang terbuka bagi kader yang ingin berkomunikasi dengan pimpinan Golkar," ungkapnya.

Tambahnya, desakan pleno tidak perlu ditanggapi dengan rasa takut yang berlebihan. Kata Bamsoet, penjagaan ketat bisa jadi dinilai masyarakat sebagai rasa takut dari para elite Golkar.

"Padahal, tak ada yang perlu ditakuti karena memang tidak ada ancaman terhadap DPP Golkar dan para elitnya. Sebaliknya, pengamanan ketat itu justru menumbuhkan kesan Golkar dekat atau terbiasa dengan aksi kekerasan atau tindak anarkis," ucapnya.

Terkait pelemparan molotov kemarin (21/8) pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR ini juga merasa ada keanehan. Dia pun meminta aparat Kepolisian segera menyelidiki masalah tersebut.

"Walaupun terkesan aneh, kasus pelemparan bom molotov memang harus dilaporkan ke polisi untuk diselidiki. Kasus ini aneh karena praktis tidak ada target strategis di DPP Golkar yang harus diancam dengan pelemparan bom molotov," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan massa dari AMPG mendatangi DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat. Massa yang memakai pakaian loreng kuning ingin masuk ke dalam DPP.

Pantauan merdeka.com di lokasi, Kamis (22/8), massa membawa sejumlah poster bertuliskan 'Kami semua pengurus DPP Partai Golkar meminta Ketua Umum menyelenggarakan pleno'.

Dalam aksi ini, ratusan personel dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Barat, dan Polsek Palmerah berjaga di depan Kantor DPP Partai Golkar. Terlihat juga Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi dan jajaran Reskrim mengawasi jalannya aksi.

Jangan Lewatkan:

Ikuti Polling Menteri Favoritmu, Mana yang Layak Dipertahankan? Klik disini

Baca juga:
Ada Mekanisme, Golkar Nilai AMPG Tak Perlu Demo Desak Rapat Pleno
Massa AMPG Masih Bertahan di DPP Golkar, Polisi Tak Bisa Berbuat Banyak
Geruduk Kantor DPP Golkar, Massa AMPG Dorong Ketum Gelar Rapat Pleno
Desak Pleno, Massa AMPG Demo di DPP Partai Golkar
Golkar Tolak Revisi UU MD3 Tambah 10 Pimpinan MPR: Belum Diterapkan Mau Diubah Lagi
Agung Laksono Nilai Aziz Syamsuddin Layak jadi Ketua MPR
Gaya Komunikasi Airlangga Dinilai Tentukan Jumlah Dukungan di Munas Golkar

(mdk/rnd)