Tanggapi Isu Reshuffle, Politikus PKB Nilai 3 Menteri Ini Layak Diganti

Tanggapi Isu Reshuffle, Politikus PKB Nilai 3 Menteri Ini Layak Diganti
POLITIK | 4 Juli 2020 21:04 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maman Imanulhaq menyinggung tiga nama menteri yang pantas di-reshuffle. Hal ini butut dari kemarahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mimpin rapat terbatas di Istana Negara, pada 18 Juni lalu.

Maman mengatakan, tiga nama menteri yang dianggap harus di-reshuffle karena kinerjanya dinilai kurang baik adalah pertama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

"Nah kalau pun menteri-menteri yang harus diganti, sebenarnya publik sudah sangat tahu. Ada beberapa menteri yang pantas menjadi kiai malah jadi menteri. Menteri kesehatan maksudnya," katanya dalam diskusi daring bertajuk 'Menanti Perombakan Kabinet', Sabtu (4/7).

Kedua, Maman menyinggung salah satu Kementerian yang mengajukan anggaran tambahan saat masa pandemi Corona atau Covid-19. Tetapi anggaran tersebut justru tidak menyentuh atau membantu warga terdampak pandemi.

"Bayangin ada Kementerian mengajukan anggaran tambahan di situasi pandemi, kita sisir programnya tidak satupun menyentuh pandemi. Saya sebutin Kementerian Agama. Kementerian Agama itu tidak punya sense of crisis pandemi," tegasnya.

"Saya bilang yang paling terdampak selama pandemi ini adalah kelompok ustaz, kiai dan habaib. Ada beberapa yang datang ke rumah, kang Maman saya 70 pengajian batal. Berarti tidak bisa bayar cicilan mobil dong kiai, saya bilang. Tetapi saya memperhatikan kiai, guru ngaji, imam masjid. Kalau mereka dipegang negara, ini bisa menjadi ujung tombak sebagai pemimpin informal yang bisa mensosialisasikan tentang bahaya Covid-19. Gara-gara tidak dilibatkan, seorang ibu pulang dapat bantuan Covid saya tanya, bu dapat berapa? 600 kang Maman. Program Covid. Mudah-mudahan tahun depan ada lagi, kang. Covidnya tetap sehat, sejahtera, kan gila. Kegagalan melakukan edukasi politik seperti itu," bebernya.

Ketiga adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. "(Yang pertama) Menteri kesehatan. Kalau saya melihat menteri agama lebih di programnya. Kalau yang lebih penting menteri kesehatan menurut saya. Menteri pendidikan itu harus sangat dibawahi bahwa belajar jarak jauh itu tidak menyelesaikan masalah, malah terjadi lost education," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
PDIP: Pandemi Covid-19 Momentum Tepat Evaluasi Kinerja Menteri
Jokowi Ancam Reshuffle Kabinet, PKS Tegaskan Konsisten Oposisi
Sekjen PAN Sebut Belum Ada Obrolan Soal Reshuffle Kabinet
Jokowi Ancam Reshuffle, Gerindra Klaim Menhan dan Menteri KKP Kerja Maksimal
Isu Reshuffle Kabinet Bawa Rupiah Hari ini Ditutup Melemah Menjadi Rp14.522 per USD
Di Tengah Isu Reshuffle, Menteri Terawan Berkunjung ke Kampung Halaman Jokowi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami