Tanya Soal Mantan Koruptor Nyaleg, Jokowi Dinilai Kurang Bahan

POLITIK | 18 Januari 2019 16:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik merasa tak dipojokan mengenai pertanyaan capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi mengenai mantan napi koruptor kembali ikut serta di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

"Biasa aja saya. Gimana mau terserang orang kemarin itu nggak dilarang, gimana mau terserang," katanya saat dihubungi di Jakarta, Jumat (18/1).

Dia menilai, Jokowi kurang paham sehingga menanyakan pertanyaan tersebut kepada capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Seharusnya, Wakil Ketua DPRD DKI itu mengungkapkan, Jokowi dapat menghormati keputusan dari Mahkamah Agung (MA).

"Makanya kalau kurang bahan jangan begitu lah, kurang bahan menurut saya. Sehingga kelihatan kan kemarin gagapnya ditanya apa jawab apa," jelasnya.

Sebelumnya, saat debat perdana pemilihan presiden memasuki sesi keempat, kedua pasangan yang saling melontarkan pertanyaan tertutup harus menjawab dari masing-masing calon.

"Bagaimana pandangan bapak, soal banyak mantan napi koruptor yang kembali nyaleg dari partai yang bapak pimpin, karena data ICW menyebut demikian," kata calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo di Hotel Bidakara, Jakarta, (17/1/2019).

Mana datanya belom saya terima kok, kalau memang ada laporkan saja," jawab Capres nomor urut 02, Prabowo, menanggapi peranyaan tersebut.

Jokowi yang memiliki kesempatan untuk kembali menanggapi, kembali menegaskan pertanyaan tersebut.
"Lho bukan pak maksud saya para mantan napi koruptor yang nyaleg la...," kata Jokowi terputus

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kasus Novel dan Pelanggaran HAM Tak Muncul dalam Debat Kesepakatan Jokowi dan Prabowo
Fahri Hamzah: Tanya Soal Gerindra di Debat, Jokowi Bisa Bikin PDIP 'Lewat'
Debat Pilpres Perdana Belum Meyakinkan Milenial Menentukan Pilihan
Anggota KPU Setuju Bocoran Soal Tak Lagi Diberikan di Debat Capres Kedua
Deddy Mizwar: Prabowo Salah Kalau Bilang Pendapatan Gubernur Sedikit

(mdk/fik)