Tim Hukum Jokowi Berikan Jawaban Permohonan Perbaikan Sengketa Pilpres ke MK

POLITIK | 17 Juni 2019 17:58 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf resmi memberikan berkas jawaban atas perbaikan permohonan yang diajukan Tim Hukum Prabowo-Sandiaga. Kendati pada intinya, mereka tetap menolak perbaikan diajukan dengan memberikan dua petitum.

"Kami tidak mengubah hal pokok, dalam petitum. Petitum kami ada dua, dalam eksepsi, kami minta ke MK tidak berwenang mengadili perkara ini dan setidaknya permohonan tak dapat diterima, jadi kami mohon ke MK untuk menolak keseluruhan," kata Yusril di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (17/6).

Ditambahkan Taufik Basari, anggota Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, alat bukti diserahkan ke MK total berjumlah mencapai 30 alat bukti. Hal ini merupakan bukti tambahan untuk rangkaian persidangan sesuai dengan hasil sidang pendahuluan sebelumnya.

Kendati demikian, sebagai pihak terkait, Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf tetap berkeinginan agar hukum acara Mahkamah Konstitusi dapat dijalankan dimana tidak ada ruang untuk perbaikan permohonan untuk sengketa Pilpres.

"Sehingga kita menganggap bahwa Pemohon tidak menjalankan ketentuan sebagaimana hukum acara di Mahkamah Konstitusi dan kita tetap menyatakan menolak terhadap perbaikan permohonan yang disampaikan oleh pihak pemohon," katanya.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jabatan Jadi Sengketa di MK, Ma'ruf Amin Tetap Rapat dengan Dewan Pengawas Syariah
TKN Serahkan Jawaban Gugatan Prabowo-Sandi ke MK, Tambah 31 Bukti
MK Belum Terima Permohonan Perlindungan Saksi dari BPN Prabowo
TKN Jokowi Nilai Permintaan Hadirkan 30 Saksi ke Sidang MK Langgar Aturan
Lewat Video, Wasekjen PAN Faldo Maldini Nilai Prabowo-Sandi Tak Akan Menang di MK
KPU Siap Jawab Tuduhan Kubu Prabowo Soal Kecurangan Pilpres

(mdk/eko)