Timses Jokowi-Ma'ruf Akan Terjunkan Pasukan 'Infanteri' di Januari 2019

POLITIK | 4 Desember 2018 17:08 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - 3,5 bulan jelang pencoblosan menjadi masa krusial bagi kubu Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi. Timses Jokowi-Ma'ruf akan gencar bermanuver, salah satunya menerjunkan para caleg dan relawan.

Para caleg dan relawan ini diberi sebutan infanteri. Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga mengatakan pasukan infanteri akan dimaksimalkan mensosialisasikan Jokowi-Ma'ruf.

Untuk pembagian tugasnya, kata Arya, relawan akan difokuskan pada lingkup sektoral. Sementara caleg fokus di teritorial mereka masing-masing.

"Januari infanteri akan turun. Yang pasti partai akan turun relawan akan saling support menutupi apa yang tidak bisa dimasukin partai dia akan dikombinasikan senjata-senjata yang berbeda. Kami rata-rata caleg itu teritorial udah pasti, relawan akan bermain di sektoral dan semua akan digabungkan," ujar Arya, Selasa (4/12).

Arya optimis strategi ini akan menghasilkan dampak positif bagi Jokowi- Ma’ruf. Dia kian yakin karena PBB disebut bakal segera bergabung ke kubu Jokowi-Ma'ruf.

"9 partai dari 15 partai, jadi 10 partai Kabarnya PBB mau gabung ke kita berarti ada 10 partai yang turun bayangkan 10 partai yang turun infanteri," tandas Arya.

Baca juga:
Jadi Stafsus Mensos, Jusuf Hamka Tak Lagi Jabat Bendahara Timses Jokowi
PSI: Mengapa Fadli Zon Garang ke Pemerintah, Tetapi Melempem Saat DPR Dikritik?
Ini Analisa Mengapa Jokowi Terapkan Strategi Menyerang di Pilpres 2019
Jika Gaya Komunikasi Tak Diubah, Elektabilitas Jokowi Bakal 50:50 dengan Prabowo
Danny Pomanto Ungkap Alasan Dukung Jokowi Sekali Lagi Pimpin RI

(mdk/ray)