TKN: Jokowi dan Ma'ruf Amin Sangat Terbuka Jika Ada Niatan Sandiaga Bertemu

POLITIK | 10 Mei 2019 15:29 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily berharap pertemuan antar Ma'ruf Amin dengan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno segera terjadi. Kata dia, waktu yang paling tepat untuk keduanya bertemu adalah sebelum KPU mengumumkan hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 pada 22 Mei mendatang.

"Ya kita berharap terjadi ya (pertemuan Sandiaga-Ma'ruf Amin). Supaya situasi politik, apalagi sedang bulan puasa seperti ini semua seharusnya kan cooling down gitu," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/5).

"Bagusnya sih menurut saya sih sebelum tanggal 22 (Mei) ya. Tapi ya itu dikembalikan sama mereka," sambungnya.

Menurutnya, pertemuan ini sebaiknya diinisiasi oleh Sandiaga Uno. Sebab, kata Ace, dari hasil hitung cepat Prabowo-Sandi sudah kalah.

"Di mana-mana yang namanya proses politik dalam setiap kontestasi politik itu biasanya yang pertama kali telepon itu yang kalah. Baru dia mengucapkan selamat, itu etisnya di mana-mana kan begitu," ungkapnya.

"Ya intinya kalau Pak Kiai Ma'ruf Amin dan tentu termasuk Pak Jokowi, beliau sangat terbuka jika memang ada diniatan dari Pak Sandiaga Uno untuk ketemu sama beliau," ucapnya.

Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin membuka pintu kepada calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno untuk bertemu demi rekonsiliasi setelah Pemilu. Sandiaga menyambut baik wacana silaturahim tersebut.

"Tentunya kita ketahui silaturahim sangat baik apalagi di bulan suci Ramadan dan kita menunggu waktunya. Saya sudah menunggu 8 bulan. Tim kita memang sedang mengatur. Anytime buat saya baik," kata Sandi di kawasan SCBD, JakartaSelatan, Rabu (8/5) malam.

Eks Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Ma'ruf. "Komunikasi sudah langsung dan kita tunggu waktu yang tepat dan waktu yang bisa kita kondisikan secara bersama," ucap Sandi.

Baca juga:
TKN: People Power Berisi Ujaran Kebencian Bisa Dipidana
TKN Sebut Modal Jokowi di Debat Pamungkas Pengalaman Jadi Walkot Hingga Presiden
Survei Median: Jokowi Masih Unggul dari Prabowo, Selisihnya 7,7 Persen
PDIP: Kekhawatiran Prabowo Belasan Persen Suara Bisa Dicuri Sangat Berbahaya
Prabowo: Ibu Pertiwi Dalam Keadaan Sakit, Elite di Jakarta Tak Mampu Urus Negara
Sekjen PDIP Tuding Ada Penumpang Gelap di Belakang Prabowo-Sandiaga
Sentilan-Sentilan Keras Jokowi Saat Orasi Kampanye

(mdk/gil)