TKN Santai Tanggapi Nyinyiran BPN Sebut Jokowi Naik KRL Cuma Pencitraan

POLITIK | 7 Maret 2019 11:22 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kubu Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menuding calon presiden nomor urut 01, Jokowi sedang melakukan pencitraan ketika naik kereta rel listrik (KRL) bersama masyarakat umum dari rute Jakarta-Bogor, hari Rabu, 6 Maret 2019 kemarin. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Andre Rosiade dan Dian Fatwa.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihak yang menuduh hal tersebut sebenarnya gagal memahami Jokowi. Sebab, sejak Jokowi menjabat sebagai walikota di Solo, ia memang sudah suka bertemu dengan rakyat.

"Sejak menjadi wali kota, sejak menjadi gubernur, dan presiden, Pak Jokowi sudah sering bertemu rakyat," ucap Hasto di Meulaboh, Aceh, Kamis (7/3).

Hasto menyatakan, tuduhan pencitraan dari kubu Prabowo itu dikarenakan mereka tidak mampu melakukan cara komunikasi yang sama seperti Jokowi. Apalagi, berkomunikasi dengan rakyat seperti cara Jokowi memang tidak mudah.

Menurut Hasto, cara Jokowi itu membutuhkan suasana batin yang baik.

"Mereka yang jarang bertemu rakyat artinya sikap batinnya tak siap. Dan untuk itu mereka hanya bisa menuduh pencitraan. Padahal itu adalah kepemimpinan Pak Jokowi," ujar Hasto.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi pulang ke Istana Kepresidenan Bogor dengan naik kereta listrik (KRL) commuter line, Rabu (6/3). Jokowi bahkan rela berdesak-desakan dengan para pekerja yang hendak pulang.

Meski berdesakan, Jokowi tetap mendapat pengawalan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Hal ini dibenarkan oleh Komandan Paspampres Mayjen Maruli Simanjuntak yang ikut mendampingi Jokowi.

Usai membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di GOR Bulungan Jakarta Selatan, Maruli mengatakan Jokowi tiba-tiba ingin pulang ke Istana Bogor menggunakan commuter line. Dia pun naik dari Stasiun Tanjung Barat sekitar pukul 17.45 WIB.

"Baru kegiatan sekitar situ (GOR Bulungan), bapak mau pulang naik kereta," kata Maruli saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat (mdk/rhm)

Baca juga:
KAI Akui Kedatangan Jokowi di KRL arah Bogor Mendadak
Cerita di Balik Jokowi Pulang Naik KRL Ketimbang Mobil RI 1
Berdesak-desakan, Presiden Jokowi Naik KRL ke Bogor
KRL Gangguan Operasional, Penumpang ke Bogor Menumpuk
Perjalanan Commuter Line Tangerang Duri Terganggu Karena Rel Patah Digergaji

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.