TKN Sayangkan Anies Tak Penuhi Undangan Silaturahmi 8 Kepala Daerah di Bogor

POLITIK » BANYUWANGI | 16 Mei 2019 14:53 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf menyayangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak hadir dalam Silahturahmi Bogor yang dihadiri delapan kepala daerah dan dua anak Presiden RI. Padahal, menurut Jubir TKN Arya Sinulingga, Anies juga calon pemimpin masa depan setara dengan tokoh-tokoh tersebut.

Arya menyebut pertemuan tersebut tidak ada kaitan dengan politik koalisi Pemilu. "Itu omongan anak muda yang bakal jadi pemimpin kita tahun 2024, sayang Anies nggak hadir, padahal calon pemimpin juga Anies, semua," ujarnya di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (16/5).

Bahkan Arya menilai Wakil Ketua dan DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah pantas hadir dalam silahturahmi tersebut. Arya mengatakan, Fadli pantas maju sebagai capres 2024.

"Fadli Zon pun bisa hadir harusnya itu, Fahri Hamzah hadir aja nggak masalah, itu kan calon masa depan tu. Mana tahu Fadli Zon diusungkan jadi capres tahun 2024 kita nggak tahu kan," kata dia.

Arya menyambut positif pertemuan tersebut. Apalagi kepala daerah dan tokoh yang hadir juga lintas koalisi, dari PDIP, PAN, Demokrat dan lainnya. Dia menilai hal itu untuk menyampaikan pesan damai sebagai pemimpin muda.

"Tapi saya sih menganggap bahwa itu positif untuk rakyat Indonesia positif untuk kita semua bahwa mereka ingin Indonesia ini jalan terus, tidak stuck gitu," tuturnya.

Adapun pertemuan tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Wagub Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Dua anak Presiden RI juga hadir; Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono dan Yenny Wahid. Sementara, Anies Baswedan dan Khofifah Indar Parawansa yang diundang tak dapat hadir.

Para tokoh itu mengambil kesepakatan bahwa harus membangun Indonesia dengan mengedepankan kebersamaan dan perdamaian. Kata penggagas silahturahmi tersebut, Wali Kota Bogor Bima Arya, pascapemilu ini harus dikurangi ruang terjadi perpecahan.

"22 Mei nanti kita hormati sebagai keputusan dalam konteks konstitusi. Kalau ada gugatan kita melihat harus diserahkan kepada proses hukum yang berlaku sesuai dengan hukum positif dan konstitusi di Indonesia," ucap dia.

Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menambahkan strategi perdamaian sudah dirumuskan bersama delapan kepala daerah. "Ternyata sampai hari ini, perselisihan karena beda pilihan masih berlarut, pertanyaannya sampai kapan? Mudah-mudahan kebersamaan kami menginspirasi generasi muda khususnya yang juga aktif dalam proses politik," kata AHY.

(mdk/rhm)