TKN Ungkap Pertemuan Jokowi-Prabowo di MRT Hampir Batal

POLITIK | 15 Juli 2019 17:13 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Verry Surya Hendrawan, mengungkap pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto di MRT Sabtu, (13/7), hampir tidak terlaksana. Namun, hal yang mengganjal bisa selesai lima jam sebelum pertemuan.

"Kemarin pertemuan di MRT itu sebenarnya hampir saja, hampir ya saja tidak jadi ya. Alhamdulillah menjelang last minute, sekitar lima jam sebelum pertemuan itu, jadi pagi-pagi permasalahan atau ganjalan itu bisa diselesaikan. Sehingga pertemuan itu jadi dilaksanakan," ujar Verry kepada wartawan, Senin (15/7).

Dia menuturkan ada orang-orang di pihak Prabowo yang menjadi ganjalan. Bisikan tersebut menyampaikan kekeliruan bahwa pertemuan Jokowi-Prabowo untuk jabatan menteri.

"Contohnya apa, dengan meniupkan isu-isu kalau pendukung 02 yang mendukung pertemuan berarti seolah-olah, semua pendukung 02 yang mendukung pertemuan itu, mengharap kursi atau jabatan," kata dia.

"Atau pendukung 01 yang berharap sekali pertemuan supaya apa? Berharap ada justifikasi terhadap kecurangan saat proses pemilu nah fitnah-fitnah seperti itu yang mengemuka dan sempat menjadi ganjalan di saudara kita di pendukung 02," lanjut Verry.

Sekjen PKPI itu menjelaskan, pada akhirnya informasi yang tepat sampai ke telinga Prabowo. Sehingga, bisa terlaksana pertemuan bersejarah tersebut.

Verry mengatakan pertemuan tersebut sudah dirancang sejak lama. Wacana itu sudah digaungkan sejak setelah hari pencoblosan. Ada tim yang memang diutus untuk mempertemukan kedua belah pihak. Namun Verry tak mau mengungkap siapa saja orang yang berjasa.

"Itu sudah beberapa kali sempat diupayakan pertemuan tersebut oleh pihak-pihak yang atau tim yang memang ditugasi membangun silaturahmi," kata dia.

Baca juga:
Jokowi Segera Resmikan Rusunawa Pasar Rumput
Musim Kemarau, Jokowi Minta Menteri Turun ke Daerah Potensi Kekeringan
Amien Rais: Pak Jokowi Mudeng Demokrasi
Jokowi Disarankan Lakukan Reshuffle Kabinet Sebelum Pelantikan Oktober Mendatang
Gerindra Tegaskan Tetap Oposisi
Amien Rais Nilai Demokrasi Bodong Tanpa Oposisi
Amien Rais Dapat Surat Dari Prabowo Soal Pertemuan Dengan Jokowi

(mdk/lia)