Tokoh Lintas Agama Sepakat Buat Tangsel Aman dan Damai Pasca-Pemilu 2019

POLITIK | 13 Mei 2019 01:31 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Tokoh lintas agama Kota Tangerang Selatan sepakat mewujudkan situasi aman, damai dan kondusif pasca-Pemilu 2019. Kesepakatan ditandai dengan deklarasi bersama mengusung kota Tangsel yang aman dan damai.

Dalam pertemuan tokoh lintas agama se-Tangsel itu, para pemuka agama juga bersepakat untuk menunggu keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait pengumuman hasil rekapitulasi suara pada (22/5) mendatang.

Ketua MUI Kota Tangsel KH Saidih menyerukan umat beragama agar memberikan kesejukan melalui pesan-pesan agama yang disampaikan. Dia juga menilai kerja keras petugas KPPS yang meninggal adalah ibadah.

"Agar tokoh agama memberikan kesejukan dan pemahaman kepada umat bahwa kematian adalah haknya Allah, Tuhan Subhanahu Wata'ala. Meninggalnya KPPS ini jangan dibawa-bawa keisu yang tidak baik," kata Ketua MUI Kota Tangsel, KH Saidih di lokasi.

Romo Yosep dari Gereja Katolik Barnabas Pamulang berharap sama. Dia menyebut jemaah katholik Barnabas Pamulang selalu mengambil tema kebangsaan.

"Sesuai dengan ajaran Katholik bahwa harus menghormati kehidupan berbangsa dan bernegara, seperti tahun 2018 adalah Kita Bhinneka, Kita Indonesia dan tahun 2019 ini mengambil tema 'Kita Berkhikmat Bangsa Bermartabat'," imbuhnya.

Menurutnya, saat ini umat beragama di Tangsel sangat menghormati persatuan dan kesatuan. Baginya, pemilu serentak 2019 yang telah berlangsung, tidak seburuk isu-isu hoaks yang selalu dihembuskan sebelumnya.

"Pemilu 2019 awalnya memang diisukan macam-macam, namun nyatanya dengan kebersamaan dan persatuan antar umat beragama Pemilu 2019 ini berjalan lancar dan aman," ucap dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengapresiasi pertemuan tokoh lintas agama di Tangsel pada hari ini. Menurut dia, umat dan masyarakat mesti dipersatukan kembali dalam bingkai kebhinekaan.

"Mesti sampai hari ini dan insyaAllah sampai ke depannya, Tangsel tetap bersatu, tidak terpengaruh isu-isu negatif. Tapi dengan pertemuan ini, memperlihatkan bagaimana perbedaan yang terjadi di masyarakat Tangsel, tidak membuat terpecah belah," bilangnya.

Dia juga mengajak elemen umat beragama di Tangsel, untuk sama-sama menghargai dan menghormati keputusan KPU RI dalam proses perhitungan suara yang saat ini masih berlangsung.

"Mari kita tunggu tanggal 22 Mei 2019 nanti saat pengumuman hasil Pemilu 2019 di KPU RI. Saya yakin tidak ada pihak-pihak yang ingin mengganggu hasil Pemilu 2019 tersebut. Terlebih lagi saat itu nanti adalah hari hari terakhir Ramadan, maka jika ada yang ingin mengganggu hasil Pemilu itu bukanlah umat beragama," tandas Benyamin. (mdk/ray)

Baca juga:
Rekapitulasi KPU: PDIP Bersaing Ketat dengan Golkar dan Gerindra di Bengkulu
Tak Hanya Pengancam Jokowi, Pelapor Juga Polisikan Perekam Video
Kalah di Kalsel, Jokowi-Ma'ruf Menang 57,50 Persen di Kalbar
Tiba di Polda Metro, Pengancam Jokowi Tertunduk dan Pakai Masker
Pria Ancam Penggal Jokowi jadi Tersangka, Ini Pasal yang Menjeratnya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.