Tokoh Senior Golkar: Idealnya Ketum Partai Harus Lebih Suci dari Pejabat

POLITIK | 22 November 2019 19:45 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Tokoh senior Partai Golkar, Andi Mattalatta menuturkan, ketua umum Partai Golkar harus lebih suci daripada pejabat semisal Bupati, Gubernur hingga Presiden. Alasannya, ketum parpol memiliki peranan penting.

"Idealnya seorang pimpinan parpol itu harus lebih suci dari pejabat pejabat yang mau diangkat. Yang memilih presiden siapa? parpol. Yang memilih gubernur siapa? parpol. Harusnya kelasnya ketum parpol itu lebih tinggi daripada pejabat," kata Andi di Jenggala Center, Jakarta Selatan, Jumat (22/11).

Andi enggan menjawab saat disinggung antara Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo yang memenuhi kriteria suci. Menurut dia, hal itu bergantung kepada pemegang suara di Munas yakni DPD I dan DPD II.

"Pemilih suara bergantung. Di Golkar ada demokrasi. Pemilih suaranya adalah DPD-DPD," ucap Andi.

Andi mengkritisi sistem keanggotaan di partai politik. Menurutnya, sistem kaderisasi partai politik termasuk Golkar harus dievaluasi.

"Sistem keanggotaannya diperbaiki. Jangan seenaknya baru pensiun dari tentara langsung tiba-tiba masuk, baru pensiun dari TNI tiba-tiba masuk, karena dia bagian dari mekanisme kenegaraan, dia bukan institusi pribadi," ucap Andi.

Baca juga:
Aburizal Bakrie: Golkar Harus Usung Kader Jadi Capres di 2024
Aburizal Titip Pokok Pikiran Wanbin Golkar untuk Dibahas di Munas
VIDEO: Berbatik Kuning Gambar Macan, Bamsoet Resmi Tantang Airlangga di Munas Golkar
Loyalis Bamsoet: Orang yang Kontra Airlangga Tak Masuk Panitia Munas
Ingin Kembalikan Golkar ke Khittah, Alasan Bamsoet Maju Calon Ketum Golkar

(mdk/noe)