Tragedi Penembakan Papua, Sandiaga Ingatkan Keselamatan Pekerja

POLITIK » MALANG | 5 Desember 2018 16:33 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menyampaikan keprihatinan dan bela sungkawa atas tragedi penembakan pekerja proyek Trans Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Atas kejadian yang merenggut 20 orang tewas itu, Sandi meminta aparat keamanan segera mengusut secara tuntas.

"Kami prihatin dan turut bela sungkawa. Kami mengecam, mengutuk tindakan kekerasan oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut. Kita mengimbau dan berharap, aparat segera mengusut secara tuntas," kata Sandiaga di Kota Malang, Rabu (5/12).

Selain itu, Sandiaga meminta untuk memberikan rasa aman kepada para pekerja yang tengah membangun infrastruktur di Papua. Niat kerja keras dan partisipasi membangun negeri harus mendapatkan jaminan keamanan dan keselamatan.

"Kita harus hadirkan keselamatan pada para pekerja. Para pekerja kita ini betul-betul membangun infrastruktur untuk kemajuan bangsa kita, untuk kemajuan Papua. Jadi mari, kita tidak saling menyalahkan, biar aparat bekerja. Kita biarkan proses hukum berjalan, berlanjut. Tapi kita hadirkan keselamatan kerja bagi pekerja kita," harapnya.

Kata Sandi, para pekerja sudah susah-susah mencari lapangan kerja, jangan sampai kehilangan nyawa. Karena itu keselamatan harus juga dipertimbangkan termasuk keselamatan dari serangan kelompok kriminal bersenjata.

"Ini merupakan PR kita, bahwa keselamatan kerja harus kita tingkatkan. Keselamatan dan kesehatan-kesehatan itu bukan hanya yang kita lihat berkaitan dengan risiko yang mereka alami selama bekerja, tetapi juga risiko-risiko yang tidak terpikirkan seperti serangan dari kelompok kriminal ini. Ini adalah tugas pemerintah untuk hadir memberikan perlindungan," ungkapnya.

Sebanyak 20 Orang menjadi korban penyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua terdiri dari 19 orang pekerja pembangunan jembatan Distrik Yigi, Nduga, dan 1 orang anggota TNI. Mereka diserang KBB di bawah pimpinan Egianus Kogoya pada Sabtu, 1 Desember 2018.

Baca juga:
Prabowo: Kalau Kita Ingin Bantu Rakyat, Malah Dihujat, Dinyinyirin
Ma'ruf Amin Terjatuh, Kakinya Terkilir
Prabowo Bisa Bicara 7 Jam Bila Seruput Dua Cangkir Kopi
Tak Punya Donatur Pengusaha, Sandiaga Jual Saham untuk Biaya Kampanye
Prabowo Kesal pada Jurnalis: Jangan Hormati Mereka karena Semua Antek
Sandiaga Janji Jadikan Malang Raya 'Lokomotif' Pembangunan di Jatim
Anggap Malang Raya Prioritas, Sandiaga Uno Datang Lagi untuk Blusukan

(mdk/rnd)