Turunkan Tensi Usai Demo 22 Mei, Prabowo dan Jokowi Diminta Segera Bertemu

POLITIK | 23 Mei 2019 00:12 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Demo 22 Mei berujung ricuh, bahkan menimbulkan korban jiwa sampai enam orang. Usai insiden ini, Capres Jokowi dan Capres Prabowo didorong untuk meredakan eskalasi dengan bertemu.

Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Agus Mulyono Herlambang mengajak semua elemen bangsa untuk tidak terprovokasi. Pemilihan Umum terkait Pilpres.

"Masyarakat agar tidak terpecah belah dan semua elemen bersatu, karena kontestasi Pilpres hanya lima tahun sekali," ujar Agus, Rabu (22/4).

Selain itu, Agus juga mengimbau para aparat penegak hukum untuk menindak tegas aktor intelektual di balik kerusuhan yang terjadi di Jakarta pada 21-22 Mei.

"Pasti kerusuhan yang terjadi ada aktor intelektualnya. Dan kami berharap aktor intelektualnya bisa ditangkap karena jelas kerusuhan ini berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," tandasnya.

Di sisi lain, PB PMII juga mendorong agar para elite politik untuk segera bertemu agar tercipta situasi yang kondusif.

"Mendorong pak Prabowo menerima permohonan Jokowi untuk segera bertemu demi kepentingan bangsa yang lebih besar," tandasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Berkali-kali Jokowi Ingin Sekali Bertemu Prabowo
Menebak Sanjungan dan Cara Pendekatan Jokowi pada AHY
Jokowi Berikan Keterangan Terkait Aksi 22 Mei
Soal Dalang Kericuhan Demo 22 Mei, Jokowi Serahkan pada Wiranto dan Kapolri
VIDEO: Pidato Lengkap Jokowi Soal Aksi 22 Mei
Jokowi: Kita Tak Akan Berikan Ruang Untuk Perusuh-perusuh Rusak Negara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.