Unggul di Survei, Kubu Jokowi Sindir Kampanye 1.000 Titik Sandi Tak Dongkrak Suara
POLITIK | 11 Januari 2019 23:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga menilai kampanye 1.000 titik Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno tak mendongkrak suara. Hal itu menanggapi hasil survei dilakukan Lembaga Alvara Research Center.

Dari hasil survei 11-24 Desember 2018 terhadap 1.200 responden, diketahui elektabilitas capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,3 persen, sedangkan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga 35,1 persen.

Sementara jumlah pemilih belum menentukan pilihan sebesar 10,6 persen. Serta lebih dari 60 persen pemilih kedua pasangan capres-cawapres, menyatakan tidak akan mengubah pilihannya.

"Banyak masyarakat bertanya sama kami kenapa kampanye programnya belum jalan. Kami kampanye programnya aja belum jalan naiknya cuma 1-2 persen, sementara pihak lawan sudah sampai 1.000 tempat didatangi sama dia enggak ngaruh," kata Arya di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Jum'at (11/1).

Menurut Arya, angka survei tersebut dapat semakin meningkat dengan mulai bergeraknya infanteri TKN di bulan Januari ini. Dia mengatakan, TKN sudah mulai bergerak di Sumatera dan daerah-daerah dianggap masih lemah.

Usulan Paslon 02 untuk mengubah visi-misi juga dinilai Arya akan mempermudah pergerakan TKN. Sebab, hal itu menunjukkan ketidaksiapan Paslon 02 untuk beradu program dan visi-misi.

"Mereka itu di Sumatwra sudah mentok, tinggal kami gerogoti saja. Mereka mau pindahkan ke Solo, mau ke mana, enggak ada urusannya. Akan stuck. Enggak ada perubahan apapun di mereka karena mereka enggak punya visi misi. Terbukti mereka mengganti visi misinya," kata Arya.

Arya menganggap, bila Paslon 02 tidak memiliki visi misi yang jelas, maka tidak akan ada kenaikan elektabilitas yang juga jelas. Ia pun menilai, masyarakat sudah tidak lagi percaya dengan Paslon 02 dan program yang mereka bawakan.

"Apalagi sekarang ganti visi misi, karena memang ternyata gini, program tersebut akan berhubungan dengan visi misi, kalau visi misinya pun tak jelas, maka programnya pun tak jelas. Maka wajar mereka seribu titik itu enggak ada kenaikan. Karena programmya kagak jelas," tandas Arya.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Survei Alvara: Jateng dan Jatim Hampir Mutlak Milik Jokowi-Ma'ruf
Survei Alvara: Elektabilitas Stagnan, Jokowi-Ma'ruf 54 % dan Prabowo-Sandi 35 %
Ingin Ubah Visi-Misi, Kubu Prabowo Disarankan Angkat Bendera Putih
TKN Akan Gelar Simulasi Debat Bagi Jokowi-Ma'ruf Amin
Keluhkan Sulit Cari Dana Kampanye, Gerindra Sebut Swasta Mau Nyumbang Dijegal
JK Sebut Konflik Politik RI Tak Akan Berdampak Negatif ke Ekonomi, ini Sebabnya
Amien Rais Soal Penolakan Visi Misi Baru Prabowo: Please KPU Jangan Sok Berkuasa

(mdk/gil)