Ungguli NasDem & PPP, Elektabilitas PAN Alami Kenaikan

POLITIK » MAKASSAR | 21 Maret 2019 18:27 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Partai Amanat Nasional (PAN) menunjukkan trend kenaikan elektabilitas. Survei terbaru dari Litbang Kompas menunjukkan jika pada Oktober 2018 lalu PAN meraih 2,3 persen, hasil survei Maret 2019, PAN meraih 2,9 persen dengan margin error 2,2 persen. Artinya, PAN berpotensi meraih elektabilitas 5,1 persen di Pemilu 2019.

Hasil ini mengungguli raihan NasDem yang mendapat 2,6 persen dan PPP yang meraih 2,7 persen. Survei dilaksanakan tanggal 22 Februari sampai 5 Maret 2019. Sebanyak 2000 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 Provinsi di Indonesia.

Hasil survei Litbang Kompas ini sejalan dengan survei Polmark Indonesia yang juga mencatat tren kenaikan elektabilitas PAN. Menurut Polmark elektabilitas PAN mencapai 5,9 persen dan berpotensi masuk jajaran 6 besar di Pemilu 2019.

"PAN justru punya capaian signifikan untuk lolos Parliamentary Threshold dengan elektabilitas sebesar 5,9 persen di atas partai berbasis massa Islam lainnya seperti PKS, PPP dan PBB," kata CEO Polmark, Eep Saefullah Fatah di Forum Pikiran, Akal dan Nalar di Hotel Grand Sahid Jaya Makassar, Kamis (21/3).

Survei Polmark dilakukan di 73 Dapil di seluruh Indonesia yang sebarannya meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusra, Maluku dan Papua.

Polmark meyakini surveinya merupakan yang paling komprehensif dengan responden mencapai 32 ribu orang.

Partai Baru Tak Lolos

Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan sejumlah partai pendatang baru di Pilpres 2019 tidak lolos ambang batas parlemen (PT) 4 persen. Tak hanya terancam tidak lolos ke Senayan, sejumlah partai baru juga mendapat resistensi (penolakan) dari masyarakat.

Dari survei itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi partai baru yang paling tinggi resistansinya atau dengan kata lain paling ditolak masyarakat. Dengan elektabilitas 0,9 persen, resistansi masyarakat terhadap partai baru pimpinan Grace Natalie ini ditolak oleh 5,6 persen masyarakat.

Selanjutnya adalah Perindo dengan elektabilitas 1,5 persen, resistensinya 1,9 persen. Kemudian Berkarya elektabilitas 0,5 persen, resistensinya 1,3 persen. Selanjutnya, Garuda elektabilitas 0,2 persen, resistensinya 0,9 persen.

Selain survei mengenai resistensi parpol baru, survei Kompas juga menunjukkan Hanura, partai yang mempunyai kursi DPR 2014-2019, terancam gagal masuk Senayan karena elektabilitasnya hanya berkisar 0,9 persen.

Sementara partai lama yang tidak lolos parlemen pada 2014-2019 seperti PBB dan PKPI, berpotensi kembali gagal, karena elektabilitasnya masing-masing 0,4 persen dan 0,2 persen.

Survei juga menunjukkan partai-partai seperti Nasdem, PPP dan PAN belum aman. Sebab, dengan elektabilitas Nasdem (2,6 persen), PPP (2,7), PAN (2,9), masih dalam rentang margin of error dari ancaman ketidaklolosan ambang batas parlemen 4 persen.

Sumber: Liputan6.com (mdk/dan)

Baca juga:
Inilah Pemilih Partai Paling Loyal Dukung Capres Jokowi dan Prabowo
Sandiaga Janji Bakal All Out Bantu Partai Koalisi Lolos Parlemen
Ketum PAN Mau Wakil Ketua DPR Pengganti Taufik Kurniawan Perempuan
Mengulas Fakta Sejarah PAN, Hanura dan PPP yang Diprediksi Tak Lolos DPR
Ketum PAN akan Bujuk Taufik Kurniawan Agar Mundur dari Pimpinan DPR
PAN Soal Survei Litbang Kompas: Lampu Kuning Buat Jokowi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.