Usai ketemu SBY, ini alasan Andi Arief terkait mahar Rp 500 M dan jenderal kardus

POLITIK | 11 Agustus 2018 18:15 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief membuat heboh jagat politik dengan menyebut adanya mahar yang dibayarkan Sandiaga Uno Rp 500 M agar jadi cawapres Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Karena itu Andi membeberkan hal tersebut di akun media sosialnya.

"Saya ingin mencegah karena itu kalau benar terjadi dan kemungkinan benar menurut saja terjadi karena itu penjelasan tim kecil di sana (Gerindra)," kata Andi ketika ditemui usai bertemu SBY, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/08).

"Pada waktu malam itu kita mendengar itu, saya ingin mencegah agar itu tidak terjadi dan tidak sepihak diambil keputusannya karena itu tidak baik untuk demokrasi dan kalau diawali proses yang salah biasanya hasil enggak menipu, hasil bisa salah juga nanti," tambah dia.

Dia menepis sindirannya kepada Prabowo karena tidak diterimanya Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Pihaknya ingin berusaha memenangkan Prabowo dengan cara yang benar.

"Bukan berarti saya memaksakan AHY, tidak. Lebih baik koalisi ini. Karena saya bersama Pak SBY dan yang lain berusaha memenangkan Pak Prabowo dengan cara yang benar. Cara yang benar itu apa? Kita cari calon yang bisa memenangkan dia," papar Andi.

Dia menjelaskan ingin dengan modal positif. Dan tidak modal nekat. Pihaknya ingin pasangan yang mendampingi Prabowo memiliki elektabilitas yang baik.

"Tidak bisa dengan modal nekat orang tidak punya elektabilitas tapi punya kekuatan di bidang lain, itu yang dipaksakan," kata Andi.

"Itu sebenarnya menjerumuskan Pak Prabowo sendiri. Kita ingin betul-betul dari hati nurani paling dalam, sampai Pak SBY bercerita bagaimana memenangkan jateng, jatim, daerah-daerah non muslim yang penolakannya kuat akibat 212. Kita sudah punya cara yang bagus dengan calon yang tepat," lanjut Andi.

Dia pun terkejut terkait cuitannya yang tersebar. Apalagi kata dia terkait Jenderal Kardus. Makna kardus kata Andi yaitu mudah dilipat-lipat atau dibentuk.

"Saya juga kaget itu bisa jadi viral, yang saya maksud jenderal kardus itu kardus itu kan gampang dilipat-lipat gampang dibuat bentuk a,b,c. Harusnya jadi seperti batu gitu keras pendirian terhadap sesuatu tapi punya hitungan. Itulah seorang jenderal menurut saya," kata dia.

Karena itu, Andi berharap Prabowo tidak mudah dipengaruhi. Dia menyakini Demokrat bisa memenangkan Prabowo dengan elektabilitas.

"Jadi jangan gampang dipengaruhi hal-hal lain yang mempengaruhi kemenangan. Mungkin pak prabowo yakin dengan eksperimen dia bahwa logistik lebih menjamin kemenangan ketimbang elektabilitas, kalau demokrat elektabilitas menentukan kemenangan, logistik hanya alat," papar Andi.

Baca juga:
Ahli hukum UGM minta KPU panggil Andi Arief soal mahar Sandiaga Rp 500 miliar
Andi Arief dipanggil ke rumah SBY, diduga terkait mahar Sandi Rp 500 miliar
Gerindra: Masalah jenderal kardus vs baper beres, Andi dan Arief sudah ngopi bareng
Partai Demokrat pastikan AHY siap jadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga
Andi Arief sebut elite Demokrat terima info mahar Rp 500 M langsung dari Fadli Zon

(mdk/ded)